Makassar – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Hasanuddin Gelombang 116 (KKN Unhas 116) Tematik Perubahan Iklim gelar Soaialisasi Pengelolaan Limbah Organik Rumah Tangga di Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.
Program ini dilaksanakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, bertajuk “Balla’ Lestari: Sosialisasi Pengelolaan Limbah Organik Rumah Tangga”.
Menurut Rafifah Putri Nada, mahasiswa KKN penginisiasi kegiatan ini, mengatakan bahwa program tersebut sebagai upaya mengajak masyarakat memahami pentingnya memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya, khususnya limbah organik yang dihasilkan setiap hari dari aktivitas rumah tangga.
“Upaya membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari tingkat rumah tangga terus didorong melalui berbagai kegiatan edukasi,” ungkapnya pada Rabu (12/8/2026).
Rafifah yang juga mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Unhas ini mengatakan, melalui sosialisasi tersebut, warga diperkenalkan dengan berbagai jenis limbah rumah tangga, mulai dari limbah organik, anorganik, residu hingga limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
Peserta juga mendapatkan pemahaman bahwa pemilahan sampah sejak dari rumah merupakan langkah awal yang sederhana, namun penting dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif.
Tak hanya sebatas pemilahan, dirinya juga memperkenalkan sejumlah metode pengolahan limbah organik yang relatif sederhana dan dapat diterapkan masyarakat di lingkungan rumah.
Beberapa metode yang diperkenalkan yakni TEBA, biopori, dan ember tumpuk. Ketiganya dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk memanfaatkan limbah organik agar tidak langsung dibuang dan berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Kegiatan Balla’ Lestari tidak hanya diisi dengan penyampaian materi. Sesi diskusi turut menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.
Warga diberi ruang untuk berbagi pengalaman sekaligus menyampaikan pertanyaan mengenai berbagai persoalan sampah yang mereka temui di lingkungan tempat tinggal.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung. Pembahasan mengenai cara memilah sampah serta pemanfaatan limbah organik menjadi salah satu materi yang mendapat perhatian warga.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Tamalanrea Jaya, H. Andi Muh. Yani, mengapresiasi pelaksanaan program yang dinilainya dekat dengan kebutuhan masyarakat.
“Persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Melalui sosialisasi seperti ini, masyarakat semakin memahami bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari rumah dengan cara yang sederhana, seperti memilah sampah dan mengolah limbah organik,” ujar H. Andi Muh. Yani.
Ia berharap edukasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap kebiasaan ini dapat terus diterapkan sehingga lingkungan Kelurahan Tamalanrea Jaya menjadi lebih bersih dan sehat,” tambahnya.
Program Balla’ Lestari diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga secara mandiri dan berkelanjutan.
Dengan membiasakan pemilahan dan pengolahan sampah organik sejak dari rumah, jumlah sampah yang harus dibawa ke TPA dapat ditekan.
Lebih dari itu, pengelolaan sampah dari sumbernya juga diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan bagian dari kebiasaan sehari-hari setiap keluarga.
Melalui semangat Balla’ Lestari, masyarakat Kelurahan Tamalanrea Jaya diharapkan semakin sadar bahwa lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari dapat dimulai dari langkah sederhana: memilah dan mengelola sampah dari rumah. (*)











