Kampus  

Poltekkes Kemenkes Makassar Latih Guru SDN 1 Mamajang Deteksi MSG dan Klorin pada Makanan

MAKASSAR – Tim dosen dan mahasiswa Jurusan Teknologi Laboratorium Medik (TLM) Poltekkes Kemenkes Makassar beberapa waktu lalu menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) bertajuk “Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar Negeri 1 Mamajang Kelurahan Mandala tentang Cara Mendeteksi Monosodium Glutamat (MSG) dan Klorin pada Makanan”.

Kegiatan yang merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut berlangsung pada Senin, 27 April 2026, di halaman dan ruang kelas SD Negeri 1 Mamajang, Kelurahan Mandala, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar.

Nadira, salah seorang Tim mahasiswa mengungkapkan, meski kegiatan ini telah berlangsung beberapa bulan lalu, ia menilai tetap relevan mengingat pentingnya edukasi keamanan pangan di lingkungan sekolah ini diterapkan secara berkelanjutan oleh guru dan murid.

“Pengetahuan mengenai deteksi bahan tambahan pangan dan bahan kimia berbahaya diharapkan terus diterapkan oleh guru maupun siswa dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya Rabu (23/9/2026).

Baca Juga  Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan Hadiri Dies Natalis ke-68 Unhas

Tim mahasiswa lainnya, Asbar, menambahkan bahwa melalui kegiatan pelatihan ini, para guru dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan deteksi dini terhadap kandungan Monosodium Glutamat (MSG) atau penyedap rasa yang dikenal luas sebagai vetsin, serta zat klorin yang terkadang disalahgunakan sebagai bahan pemutih pada makanan, khususnya beras.

“Pelatihan tidak hanya diikuti para guru, tetapi juga disaksikan langsung oleh para murid SDN 1 Mamajang, hal ini dilakukan agar edukasi mengenai keamanan pangan dapat ditanamkan sejak usia dini,” tambahnya.

Pada pelatihan tersebut, Ketua Tim Pengabmas, Nuradi, S.Si., M.Kes., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat sekolah terhadap pentingnya memilih makanan yang aman dan sehat untuk dikonsumsi.

“Guru memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada siswa. Dengan memahami cara mendeteksi kandungan bahan tertentu pada makanan, mereka dapat menjadi agen edukasi kesehatan di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Baca Juga  GenBI UNM Gelar Program GEMILANG 2024, Pengabdian Masyarakat di Kabupaten Bantaeng

Turut terlibat dalam kegiatan ini, sejumlah dosen dan mahasiswa Jurusan TLM Poltekkes Kemenkes Makassar, yakni Rafika, S.Si., M.Kes., Ridho Pratama, S.Si., M.Si., dan Drs. Muh. Nasir, M.Pd. sebagai anggota dosen, serta mahasiswa Muh. Akil, Nadira, Rifdah, dan Asbar. Kegiatan juga mendapat dukungan penuh dari Kepala Sekolah dan jajaran guru SDN 1 Mamajang.

Sebanyak 65 peserta yang terdiri dari guru dan siswa mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Mereka menyaksikan langsung demonstrasi pemeriksaan makanan dan berdiskusi mengenai bahaya penggunaan bahan tambahan pangan yang tidak sesuai aturan.

Dalam sesi penyuluhan, tim pelaksana memaparkan berbagai dampak kesehatan akibat konsumsi MSG secara berlebihan. Konsumsi yang melebihi batas dapat menimbulkan berbagai keluhan seperti sakit kepala, migrain, mual, muntah, diare, gangguan lambung, hingga reaksi alergi. Pada kondisi tertentu, konsumsi berlebih juga dapat memicu gangguan pernapasan, aritmia atau gangguan irama jantung, serta masalah kesehatan lainnya.

Baca Juga  Mahasiswa KKNT 113 Unhas Lakukan Pengembangan dan Implementasi Chatbot Berbasis WhatsApp, Ini Manfaatnya

Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai bahaya penggunaan klorin pada makanan. Paparan klorin dalam jumlah berlebihan dapat menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang, termasuk gangguan sistem saraf, penurunan daya tahan tubuh, gangguan hormon, hingga meningkatkan risiko penyakit serius.

Melalui kegiatan pengabdian ini, Poltekkes Kemenkes Makassar berharap para guru dan siswa semakin memahami pentingnya keamanan pangan serta mampu lebih selektif dalam memilih jajanan dan bahan makanan sehari-hari.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat sekolah terhadap bahaya bahan kimia berbahaya pada makanan, diharapkan dapat tercipta lingkungan sekolah yang lebih sehat serta mendukung tumbuh kembang generasi muda yang berkualitas. (Emdeha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *