Sidrap – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 114 Universitas Hasanuddin (Unhas) menyelenggarakan Pelatihan Microsoft Office, program peningkatan kapasitas administrasi aparatur Desa Dongi, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Kegiatan pelatihan microsoft office di Kantor Desa Dongi, dilaksanakan pada tanggal 21, 22, 23, 28 Juli 2025 kemudian tanggal 4 dan 6 Agustus 2025, pelaksanaan selama 6 hari sebagai wujud kontribusi nyata mahasiswa KKN Tematik dalam pembangunan desa.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari misi Unhas untuk memberdayakan masyarakat melalui pendekatan ilmiah yang aplikatif. Hal ini diungkapkan inisiator kegiatan, Muhammad Reza, dalam keterangannya pada Jumat (1/8/2025).
Muhammad Reza yang juga sebagai kordinator posko desa Mahasiswa KKN Tematik mengatakan, program ini dirancang setelah mahasiswa mengidentifikasi adanya proses kerja administrasi yang masih semi-manual, sehingga dibutuhkan peningkatan keterampilan digital untuk menunjang efektivitas pelayanan publik melalui kegiatan pelatihan.
Ia mengatakan, fokus utama pelatihan adalah memberikan solusi fundamental dan praktis terhadap tantangan administrasi sehari-hari.
“Materi microsoft word dirancang untuk standarisasi surat-menyurat resmi, mencakup pengaturan halaman, penggunaan kop surat, hingga format dokumen yang profesional dan konsisten,” jelasnya.
“Pelatihan Microsoft Excel membekali aparatur desa dengan kemampuan vital dalam mengelola data, seperti membuat tabel yang rapi serta menggunakan rumus-rumus dasar untuk proses rekapitulasi data kependudukan atau anggaran secara cepat dan akurat, mengurangi potensi kesalahan manual,” tambahnya.
Kegiatan ini disambut dengan sangat baik dan mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Desa Dongi. Kepala Desa Dongi, Sulaeman Malle, menyatakan dukungan dan apresiasinya terhadap program kerja yang diusung mahasiswa.
“Kami sangat berterima kasih dengan adanya program kerja seperti ini, tentunya akan sangat membantu dalam meningkatkan skill para staf desa dalam hal administrasi,” ujar Sulaeman Malle.
Kepala Desa Sulaeman, menambahkan bahwa antusiasme tinggi dari para staf yang menjadi peserta menunjukkan betapa relevan dan dibutuhkannya pelatihan ini untuk menunjang tugas-tugas mereka.
“Melalui sinergi antara akademisi dan aparatur desa ini, program pelatihan microsoft office diharapkan dapat menjadi pendorong perubahan positif yang berkelanjutan,” tuturnya.
Terkait kegiatan ini, Sulaeman menjelaskan program ini tidak hanya sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga merupakan investasi dalam mewujudkan sistem pelayanan publik yang lebih modern, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di Desa Dongi, serta meningkatkan profesional aparat desa.
“Tujuan akhirnya adalah untuk secara langsung meningkatkan kapasitas administrasi, efisiensi kerja dan profesionalisme aparatur desa,” pungkasnya.











