Kampus  

Mahasiswa KKN Unhas 116 Gelar Workshop Pengelolaan Sampah Organik di Desa Jenetaesa Maros

Maros – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Hasanuddin Gelombang 116 (KKN Unhas 116) Tematik Perubahan Iklim Gelar Workshop Pengelolaan Sampah Organik (Kompos) dan Fungisida Trichoderma di Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu 5 Agustus 2026, merupakan program kerja mahasiswa KKN dalam mendorong masyarakat Desa Jenetaesa, untuk lebih bijak mengelola sampah organik rumah tangga.

“Mahasiswa mengedukasi pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mengubah sampah organik menjadi produk yang bermanfaat,” ungkap Muhammad Al Faridzi, Mahasiswa penginisiasi kegiatan, pada Selasa (11/8/2026).

Menurut Muhammad Al Faridzi yang juga mahasiswa Program Studi Statistika Fakultas MIPA, mengatakan bahwa, program tersebut juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 12, tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDGs poin 13 mengenai Penanganan Perubahan Iklim.

Baca Juga  Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan Hadiri Dies Natalis ke-68 Unhas

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tahun 2026, produksi sampah di Kabupaten Maros mencapai sekitar 204 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 hingga 70 persen merupakan sampah organik rumah tangga.

Kondisi itu menjadi perhatian tersendiri, terlebih sebagian besar masyarakat Desa Jenetaesa berprofesi sebagai petani dan pekebun. Sampah organik yang selama ini belum dikelola secara optimal dinilai memiliki potensi untuk diolah menjadi kompos dan pupuk organik yang dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan pertanian.

Dalam workshop tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan dua metode pengolahan sampah organik, yakni lubang biopori dan komposter drum.

Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, tetapi juga diperkenalkan langsung dengan tahapan pembuatan kompos. Prosesnya dimulai dari mencacah sampah organik, kemudian memasukkannya ke dalam drum, menyemprotkan larutan EM4 untuk membantu proses fermentasi, dan selanjutnya menutup drum secara rapat.

Baca Juga  Serba-serbi KKN-T 113 Unhas: Posko Karelayu Gelar Pelatihan Pembuatan Silase Fermentasi, Ini Manfaat Untuk Peternak

Dari proses tersebut, masyarakat dapat menghasilkan pupuk organik cair (POC) dan kompos padat yang diperkirakan dapat dipanen dalam waktu sekitar dua hingga empat minggu, tergantung kondisi proses pengomposan.

Workshop tersebut diikuti perangkat desa, kepala dusun, ketua RT, karang taruna, serta anggota PKK Desa Jenetaesa. Salah seorang Tokoh masyarakat Desa Jenetaesa, Abdillah, menyambut positif kegiatan yang digelar mahasiswa KKN Unhas tersebut.

“Program seperti ini sangat bermanfaat untuk masyarakat desa. Harapannya, ilmu ini bisa membantu pertanian warga, karena mayoritas masyarakat di sini adalah petani,” ujarnya.

Baca Juga  Mahasiswa KKN Tematik Unhas 114 di Desa Lotang Salo Pinrang Gelar Sosialisasi Budidaya Ikan Dalam Ember

Apresiasi serupa disampaikan Sekretaris Desa Jenetaesa, M. Rusli. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat, khususnya dalam mengolah sampah rumah tangga menjadi sesuatu yang bernilai guna.

“Banyak hal baru yang saya peroleh dari kegiatan ini, terutama soal cara mengolah sampah organik menjadi kompos dan pupuk cair. Semoga ilmu ini terus diterapkan warga,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Unhas 116 Tematik Perubahan Iklim posko Jenetaesa, berharap keterampilan yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan workshop, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Dengan demikian, sampah yang sebelumnya dianggap sebagai persoalan lingkungan dapat diubah menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendukung upaya penanganan perubahan iklim di tingkat desa. (Firda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *