Maros – Tim sepak bola Bawalangiri Family kebanggaan kampung Bawalangiri, mempersembahkan prestasi membanggakan, dengan meraih juara ketiga dalam ajang turnamen bola mini, Pos Korona Cup II 2025.
Hadiah dana pembinaan dari panitia turnamen Pos Korona Cup II 2025 ini, oleh Tim disepakati sebagian dana disisihkan, disumbangkan untuk kemaslahatan masjid di Dusun Bawalangiri, Desa Mattirotasi, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros. Hal ini diungkapakan, Alwi, kapten Tim Bawalangiri Family, di Masjid Nurul Iman Bawalangiri, pada Jumat (15/8/2025).
“Sumbangan tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan masjid, mulai dari pengadaan alat kebersihan, hingga membantu kegiatan keagamaan yang bersifat pembinaan umat, terutama bagi generasi muda,” ujar Alwi.
Kepada awak media, Alwi mengatakan bahwa turnamen bola mini Pos Korona Cup II 2025, yang berlangsung selama empat pekan di Lapangan Sepak Bola Bosowa Isumma Tekolabbua, Desa Borimasunggu ini, mempertemukan puluhan tim dari berbagai desa di Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Kepala Dusun Bawalangiri, Ikbal, mengatakan Tim Bawalangiri Family dalam perjalanan menuju juara, menunjukkan performa luar biasa. Mereka berhasil lolos dari fase grup dengan catatan tanpa kekalahan, kemudian melaju hingga babak semifinal setelah mengalahkan beberapa tim unggulan.
Ikbal, kepala dusun yang turut mendampingi tim selama turnamen berlangsung, menyatakan rasa syukurnya, karena perjuangan tim sudah maksimal meskipun timnya gagal di final dan hanya meraih posisi ketiga setelah pertandingan ketat di semifinal. Dirinya menilai, tim sudah menampilkan permainan yang sportif, penuh semangat dan tetap mendapat dukungan antusias dari warga.
”Sorak sorai pendukung yang datang dari warga Dusun Bawalangiri, turut menjadi energi tambahan sepanjang turnamen, tak kalah semangat mendukung pemain berjuang,” ujar Ikbal.
“Kami bangga atas perjuangan tim ini. Mereka mewakili semangat Bawalangiri. Gigih, bersatu, dan tidak pernah menyerah,” tambahnya
Lanjut Alwi, menambahkan, di akhir kompetisi, tim Bawalangiri Family, usai terima hadiah, sepakat sebagian dana hadiah pembinaan dari panitia turnamen, disisihkan untuk disumbangkan kepada masjid di kampung halamannya.
Menurut Alwi, penyerahan sebagian dana hadiah timnya yang disumbangkan untuk kemaslahatan masjid di kampungnya adalah wujud rasa syukur tim, kepedulian sosial dan semangat gotong-royong.
“Kemenangan ini kami persembahkan untuk seluruh warga Bawalangiri. Apa yang kami capai ini bukan hanya karena kerja keras tim, tetapi juga karena dukungan dan doa masyarakat. Sebagai bentuk rasa syukur, kami sepakat menyisihkan sebagian dari hadiah untuk kebutuhan Masjid. Semoga bermanfaat dan membawa berkah,” ujar Alwi.
Di tempat yang sama, Pengurus Masjid Nurul Iman Bawalangiri, Dg. Kula, menyampaikan apresiasi dan rasa harunya atas inisiatif para pemuda ini.
“Kami sangat bersyukur dan bangga melihat anak-anak muda kita tidak hanya jago di lapangan, tetapi juga peka terhadap kebutuhan masyarakat dan rumah ibadah. Ini menjadi contoh nyata bahwa olahraga bisa melahirkan karakter mulia dan kepedulian sosial,” ungkap Dg. Kula.
Kisah Tim Bawalangiri Family membuktikan bahwa olahraga bukan hanya soal menang dan kalah. Lebih dari itu, turnamen seperti Pos Korona Cup menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas, mempererat silaturahmi antar desa, serta menumbuhkan kesadaran sosial di kalangan generasi muda.
Langkah tim menyumbangkan hadiah untuk masjid menjadi inspirasi bahwa setiap keberhasilan yang diraih dapat diiringi dengan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. (*)












