Maros – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 Tematik Perubahan Iklim bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Maros menggelar sosialisasi pengelolaan sampah skala rumah tangga di Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Kerja Individu mahasiswa KKN Unhas 116 tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi mahasiswa Posko Desa Jenetaesa dan Posko Desa Simbang, Kamis (23/7/2026), bertempat di Aula Kantor Kecamatan Simbang.
Program ini diinisiasi Muhammad Irgi Abayl Marzuku, mahasiswa KKN dari Posko Desa Jenetaesa, dan Zahrah Adyzah dari Posko Desa Simbang. Keduanya merupakan mahasiswa Jurusan Teknik Informatika sekaligus penanggung jawab kegiatan.
Sosialisasi tersebut menghadirkan Hasrullah, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Maros, sebagai narasumber.
Menurut Zahrah, kegiatan diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri atas perangkat desa dan perwakilan kader penggerak masyarakat dari Desa Jenetaesa dan Desa Simbang.
“Kegiatan sosialisasi diikuti peserta yang terdiri atas perangkat desa dan perwakilan kader penggerak masyarakat dari Desa Jenetaesa dan Desa Simbang,” ungkap Zahrah, salah satu penginisiasi kegiatan, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Desa Jenetaesa, perwakilan Kepala Desa Simbang, serta Camat Simbang yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Hasrullah. Materi sosialisasi dikemas secara interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab bersama peserta.
Dalam pemaparannya, Hasrullah menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari hulu, khususnya dengan memulainya dari rumah tangga.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi volume sampah yang harus diangkut menggunakan armada pemerintah.
Keterbatasan armada pengangkutan menjadi salah satu persoalan yang masih dihadapi dalam pengelolaan sampah. Karena itu, masyarakat didorong untuk tidak sepenuhnya bergantung pada proses pengangkutan sampah, melainkan mulai melakukan pengelolaan sejak dari rumah.
Peserta juga diperkenalkan kembali dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Salah satu prinsip yang mendapat penekanan adalah reduce atau mengurangi sampah sejak awal.
Penerapannya dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengurangi penggunaan kantong plastik ketika berbelanja, mengelola atau menimbun sampah organik di pekarangan, hingga memaksimalkan penggunaan inventaris kantor ketika melaksanakan kegiatan atau acara desa agar tidak menghasilkan terlalu banyak sampah sekali pakai.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Unhas 116 berupaya membekali perangkat desa dan kader penggerak masyarakat dengan pemahaman yang lebih praktis mengenai pengelolaan sampah dari sumbernya.
Muhammad Irgi Abayl Marzuku dan Zahrah Adyzah selaku penginisiasi sekaligus penanggung jawab kegiatan berharap materi yang diberikan dapat menambah wawasan sekaligus membangun kesadaran peserta bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dimulai dari langkah sederhana di rumah.
“Harapannya, pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti di ruang sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dan diteruskan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Keduanya juga berharap kolaborasi antara masyarakat, mahasiswa KKN, dan DLH Kabupaten Maros dapat terus berlanjut.
“Kami berharap kolaborasi antara masyarakat, mahasiswa KKN, dan DLH Kabupaten Maros dapat terus berlanjut sehingga persoalan pengelolaan sampah di Desa Jenetaesa dan Desa Simbang dapat ditangani secara lebih berkelanjutan,” tuntasnya. (Firda Amaliah)











