MAKASSAR – Edukasi mengenai pengelolaan diabetes menjadi salah satu upaya penting untuk membantu masyarakat memahami cara menjaga kadar gula darah tetap stabil. Kegiatan edukasi tersebut dilaksanakan pada Rabu (14/10/2026) di koridor Poliklinik lantai 1 RS Hermina Makassar Jalan Toddopuli Raya Timur No. 7 Makassar.
Kegiatan edukasi ini bertajuk “Meet The Expert: Diabetes Tanpa Ribet”, masyarakat diajak mengenal pengelolaan diabetes melalui pola makan sehat, penggunaan obat yang tepat, serta terapi insulin sesuai kebutuhan.
Materi edukasi disampaikan oleh dr. Happy Lauwrenz, Sp.PD, FINASIM, dokter spesialis penyakit dalam RS Hermina Makassar, dihadiri pengunjung poliklinik.
Happy Lauwrenz mengatakan, terdapat tiga aspek utama yang menjadi perhatian dalam pengelolaan diabetes, yakni pola makan sehat, penggunaan obat secara tepat, dan pemberian insulin sesuai kebutuhan pasien.
Pentingnya Pengelolaan Diabetes
Pengelolaan diabetes membutuhkan perhatian berkelanjutan. Pasien tidak hanya perlu memperhatikan makanan yang dikonsumsi, tetapi juga menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter serta melakukan pemantauan kadar gula darah secara berkala.
Pola makan sehat menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kestabilan gula darah. Pengaturan porsi makan, pemilihan sumber karbohidrat, serta konsumsi sayur dan sumber protein yang seimbang dapat membantu pasien mengendalikan kadar gula darah.
Selain itu, penggunaan obat diabetes harus mengikuti dosis dan jadwal yang telah ditentukan oleh dokter. Pasien juga tidak dianjurkan mengubah atau menghentikan pengobatan secara mandiri meskipun kadar gula darah mulai membaik.
Sementara itu, insulin diberikan kepada pasien yang membutuhkannya berdasarkan kondisi medis dan pertimbangan dokter. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien agar pengendalian gula darah berjalan optimal.
Diabetes Dapat Dikelola dengan Pendampingan yang Tepat
Melalui tema “Diabetes Tanpa Ribet”, edukasi ini mengangkat pentingnya pemahaman yang benar mengenai diabetes agar pasien dapat menjalani pengobatan dan perubahan gaya hidup secara lebih terarah.
Pengelolaan diabetes bukan hanya tentang mengonsumsi obat, melainkan juga membangun kebiasaan hidup sehat secara konsisten. Aktivitas fisik yang sesuai kemampuan, pola tidur yang baik, serta pemeriksaan kesehatan berkala turut mendukung upaya menjaga kondisi tubuh.
Pasien diabetes juga perlu mengenali tanda-tanda gula darah terlalu rendah maupun terlalu tinggi dan mengetahui langkah yang harus dilakukan apabila kondisi tersebut terjadi.
Di akhir edukasi, Happy Lauwrenz menegaskan, dengan pemahaman yang baik dan pendampingan tenaga medis, pasien diharapkan dapat mengelola diabetes secara lebih teratur, mengurangi risiko komplikasi, dan mempertahankan kualitas hidup.
Ia menuntaskan, bagi penderita untuk tidak stres, diabetes dapat dikelola dengan baik pendampingan yang tepat.











