Usai Workshop Weathering With You, Komunitas Pesisir Barrang Lompo Lebih Siap Menghadapi Perubahan Iklim

H. Syarifuddin dalam kegiatan workshop Weathering With You, di Aula Marine Station Pulau Barrang Lompo pada Sabtu (31/5/2025). (Foto: Ist.)

Pantauan Sulsel.99news.id saat workshop berlangsung di sesi diskusi kelompok yang dipandu oleh Kepala Pusat Studi Perubahan Iklim Unhas, dan juga tanya-jawab kelompok masyarakat bersama Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan , Ayi Sudrajat, SP., M.Si., secara umum para nara sumber memberikan gambaran solusi untuk menghadapi perubahan iklim mencakup tindakan adaptasi dan mitigasi.

Kegiatan Weathering With You yang digagas oleh Raudiyah Faatiha Taruna dan kawan-kawan gabungan mahasiswa dari beberapa Negara ASEAN, yang didukung National University Singapore (NUS) dan Pusat Studi Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin (Unhas), dilaporkan telah melaksanakan beberapa langkah langkah adaptasi, sebelum pelaksanaan Workshop. Namun demikian langkah adaptasi lainnya akan dilaksanakan sesuai kondisi lokal.

Baca Juga  Mahasiswa KKN-T Unhas 114 Sosialisasi Pemanfaatan Prediksi Cuaca di Kelurahan Bontotangnga Jeneponto

Tim Weathering With You telah melaksanakan beberapa langkah adaptasi fokus pada penyesuaian terhadap dampak perubahan iklim yang sudah terjadi, diantaranya: menginstalasi selevel benchmark patokan standar yang setara dalam membangun infrastruktur di pulau seperti pembangunan rumah, drainase dan juga dermaga, serta poster edukasi tentang penjelasan perubahan iklim.

Baca Juga  Mahasiswa KKN-T Unhas 114 Gelar Inovasi Digital Pembuatan Website Kelurahan Bontotangnga Jeneponto

Selain beberapa langkah adaptasi yang telah dilakukan saat ini, pemahaman mengenai tindakan mitigasi juga telah diedukasi dalam paparan nara sumber serta diskusi dan tanya jawab.

Baca Juga  Sekda Sulsel Kukuhkan Korpri Makassar Dorong Profesionalisme ASN

Dari nara sumber, pejelasan mitigasi, terangkum adalah pertama mengurangi emisi gas rumah kaca melalui penggunaan energi terbarukan, efisiensi energi, peralihan ke transportasi listrik dan perubahan pola konsumsi.

Kedua adalah penghijauan dan reboisasi melalui penanaman pohon, pencegahan deforestasi. Selanjutnya Ketiga adalah pelstarian ekosistem dan terakhir keempat peningkatan kebijakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *