Mahasiswa KKN-T Unhas 114 Sosialisasi Pemanfaatan Prediksi Cuaca di Kelurahan Bontotangnga Jeneponto

Mahasiswa KKN-T Unhas gelombang 114 melaksanakan sosialisasi pemanfaatan prediksi cuaca di Kelurahan Bontotangnga Jeneponto, pada Senin (4/8/2025). (Foto: Ulfa/ Ist.)

Jeneponto – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin (Unhas) gelombang 114 di Kelurahan Bontotangnga Jeneponto, telah melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk Pemanfaatan Prediksi Cuaca untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian dan Perkebunan, dalam rangka meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perkebunan.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada Senin 4 Agustus 2025 di Kelurahan Bontotangnga, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto. Sosialisasi ini bertujuan memberikan edukasi kepada petani, penyuluh pertanian, dan warga desa tentang cara membaca prakiraan cuaca, menggunakan aplikasi resmi Info BMKG. Hal ini disampaikan Ulfa Qurrotul Aini, pemandu kegiatan, dalam keterangannya pada Kamis (14/8/2025).

Baca Juga  UNCTAD Dukung Indonesia Perkuat Kerja Sama Selatan-Selatan Menuju Ekonomi Kreatif Berkelanjutan

Menurut Ulfa Qurrotul Aini, yang juga mahasiswi Program Studi Geofisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Unhas, mengatakan, memahami prediksi cuaca, bagi petani dapat menjadi pertimbangan dalam melaksanakan giat pertanian atau perkebunan mengurangi resiko gagal panen.

“Prediksi cuaca dapat menyesuaikan jadwal tanam, pemupukan, dan irigasi. Dengan demikian, risiko gagal panen dapat diminimalkan dan produktivitas pertanian dapat ditingkatkan,” ujarnya.

Dalam kegiatan sosialisasi, Ulfa menjelaskan pengertian prediksi cuaca, unsur-unsur cuaca yang berpengaruh pada pertanian, serta langkah-langkah memanfaatkan informasi cuaca secara tepat. Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif, diwarnai diskusi kelompok dan sesi tanya jawab.

Baca Juga  Gempa M 4,6 di Malam Hari, Guncang Waibakul NTT

“Peserta diberikan pelatihan langsung cara mengunduh dan menggunakan aplikasi Info BMKG, membaca data prakiraan harian dan mingguan, serta mengintegrasikannya dengan perencanaan kegiatan pertanian,” jelas Ulfa.

“Pemahaman informasi cuaca yang akurat membantu petani mengambil keputusan yang tepat. Misalnya, menunda pemupukan jika diprediksi hujan lebat, atau memajukan jadwal tanam ketika curah hujan ideal,” tambahnya.

Ulfa kemudian berharap, dengan adanya pemahaman dan keterampilan dari kegiatan sosialisasi ini, para petani di Kelurahan Bontotangnga dapat lebih adaptif terhadap perubahan cuaca, sehingga produktivitas dan ketahanan pangan lokal dapat terus terjaga.

Baca Juga  Mahasiswa KKN-T Unhas 114 di Desa Mattiro Ade Pinrang Ciptakan Energi Bersih Dari Sekam Padi Dorong Desa Menuju Ramah Lingkungan

Sosialisasi ini menjadi bentuk nyata misi pengabdian masyarakat Unhas melalui kontribusi mahasiswa KKN-T dalam mentransfer pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat desa.

Salah seorang peserta, Ahmad, petani, terkait kegiatan ini, menanggapi baik dan memberikan apresiasinya,

“Saya baru tahu kalau aplikasi BMKG bisa membantu menentukan waktu tanam dan pemupukan. Ini sangat bermanfaat untuk mengurangi kerugian akibat cuaca yang tidak menentu, terima kasih mahasiswa” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *