Usai Workshop Weathering With You, Komunitas Pesisir Barrang Lompo Lebih Siap Menghadapi Perubahan Iklim

H. Syarifuddin dalam kegiatan workshop Weathering With You, di Aula Marine Station Pulau Barrang Lompo pada Sabtu (31/5/2025). (Foto: Ist.)

Makassar – Workshop Weathering With You telah digelar oleh mahasiswa gabungan dari negara ASEAN dengan dukungan NUS (Singapura) dan Unhas (Indonesia). Workshop dilaksanakan di Pulau Barrang Lompo (31/5). Workshop tersebut dirasakan manfaatnya, meningkatkan kesadaran dan kesiap-siagaan komunitas pesisir Barrang Lompo dalam menghadapi perubahan iklim.

Hal itu diungkapkan salah seorang tokoh masyarakat Barrang Lompo, H. Syarifuddin yang dihubungi via WhatsApp pada Selasa (3/6/2025).

Menurutnya peserta komunitas pesisir Barrang Lompo, telah dibekali pengetahuan dari nara sumber Pusat Studi Perubahan Iklim Unhas, BMKG Klimatologi Sulsel, pemerintah setempat, serta dari mahasiswa tim workshop, untuk menghadapi perubahan iklim termasuk cara memahami membaca tanda-tanda alam, memprediksi cuaca ekstrem, dan meningkatkan ketahanan komunitas.

Baca Juga  Mahasiswa KKN Tematik Unhas 114 Gelar Pelatihan Promosi Digital Produksi Bawang Goreng KWT di Desa Lampoko Barru

Peserta diajak berdiskusi untuk membahas dan saling berbagi informasi dan pengalaman dalam menghadapi kondisi iklim yang berubah.

Ia mengatakan dengan adanya workshop ini, mereka dapat memahami tentang kondisi iklim, jadi mereka bisa memantau setiap waktu, dengan demikian mereka bisa berhati-hati kapan dia harus melaksanakan aktifitas di laut.

Baca Juga  Terseret Arus Air, Seorang Remaja Tenggelam di Tempat Wisata  Akhirnya Meninggal

“Workshop yang telah dilaksanakan sangat bermanfaat bagi kami. Dibanding sebelumnya, kami sekarang memahami, siap menghadapi perubahan iklim dan dapat mencari tahu lebih dini prediksi cuaca ekstrem dengan lebih baik,” ujar H. Syarifuddin.

Kini komunitas pesisir Barrang Lompo, setelah workshop ini lebih siap menghadapi perubahan iklim. Selain info BMKG, menurut H. Syarifuddin bahwa kita tidak boleh juga melupakan pesan pesan orang tua dulu, karena sebelum ada BMKG, orang tua kita dulu cuma mengandalkan tanda tanda alam.

Baca Juga  Mahasiswa KKN Tematik Unhas 114 Desa Bapangi Sidrap Gelar Seminar Program Kerja, Langkah Awal Pemberdayaan Masyarakat

“Saya pribadi sangat senang dengan workshop ini, pada kegiatan ini telah dijelaskan oleh Pusat Studi Perubahan Iklim Unhas, BMKG Klimatologi Sulsel, kami sekarang lebih tahu dibanding sebelumnya cara menghadapi perubahan iklim dan lebih siap dibanding sebelumnya,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *