Makassar – Suasana siang yang semula tenang di Jalan Ujung, Kelurahan Parang Layang, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, mendadak berubah panik.
Sebuah pohon besar yang berada di depan Warkop Zam-Zam dan Warkop Barli tiba-tiba tumbang dan menutup sebagian badan jalan, Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 11.30 WITA.

Peristiwa tersebut sontak menyedot perhatian warga sekitar dan pengguna jalan. Arus lalu lintas dari dua arah sempat tersendat, sementara sejumlah pengendara memilih berhenti atau memutar arah untuk menghindari kemacetan.
Menariknya, kejadian itu terjadi tanpa adanya tanda-tanda cuaca ekstrem. Saat peristiwa berlangsung, tidak turun hujan maupun angin kencang. Dugaan sementara, pohon tumbang akibat kondisi batang yang sudah lapuk.
Salah seorang warga yang tengah menikmati kopi di Warkop Zam-Zam, yang juga seorang Jurnalis, Ilyas HS. (57), mengaku terkejut saat pohon tersebut roboh.
“Tidak ada angin, tidak ada hujan. Tiba-tiba saja pohon langsung tumbang dan menutup jalan,” ujarnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun kendaraan roda empat yang tertimpa dalam insiden tersebut. Namun, kejadian ini mengakibatkan kerugian materiil berupa rusaknya gerobak bakso, teras Warkop Zam-Zam, teras sebuah toko beras, serta teras Warkop Barli.
Meski tidak menimbulkan korban, peristiwa ini cukup mengganggu aktivitas warga sekitar dan kelancaran lalu lintas di ruas Jalan Ujung.
Tak berselang lama, aparat kepolisian setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Proses evakuasi dilakukan dengan memotong batang dan dahan pohon menggunakan mesin senso agar akses jalan kembali normal.
“Sementara ini pohon yang tumbang langsung ditangani supaya jalan bisa kembali dilalui kendaraan,” kata Ilyas yang berada di lokasi saat proses pembersihan berlangsung.
Kata Ilyas, petugas masih melakukan evakuasi dan pembersihan material pohon tumbang. Belum ada keterangan resmi dari pihak terkait.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pemantauan rutin terhadap pohon-pohon tua di kawasan padat aktivitas guna mencegah insiden serupa yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.












