Mahasiswa KKNT 113 Unhas Lakukan Pengembangan dan Implementasi Chatbot Berbasis WhatsApp, Ini Manfaatnya

Sosialisasi pengembangan dan implementasi chatbot berbasis WhatsApp untuk layanan administrasi (9 Februari 2025), di Balai Desa Panaikang dan dihadiri oleh perangkat desa serta masyarakat. (Foto: Ahmad Zacky/ Ist.)

Sinjai – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gelombang 113 Universitas Hasanuddin (Unhas), telah melaksanakan pengembangan dan implementasi chatbot berbasis WhatsApp untuk layanan administrasi desa, di Desa Panaikang, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai.

Kegiatan ini berlangsung pada (9/2), bertempat di Balai Desa Panaikang dan dihadiri oleh perangkat desa serta masyarakat setempat. Hal ini disampaikan Ahmad Zacky Fayiz Roesdi Mahasiswa KKNT 113 desa Panaikang dalam keterangannya pada Minggu (16/3/2025).

Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu:

Baca Juga  Mahasiswa KKN-T Unhas 114 Sosialisasi Teknologi Briket Tongkol Jagung Jadi Energi Alternatif di Kelurahan Bontotangnga Jeneponto
  1. Survei dan Identifikasi Masalah – Menganalisis kebutuhan desa terkait pelayanan administrasi dan digitalisasi layanan publik.
  2. Pengembangan Chatbot WhatsApp – Mendesain sistem chatbot yang dapat membantu masyarakat dalam pengurusan administrasi desa.
  3. Sosialisasi dan Uji Coba – Mengadakan pelatihan kepada perangkat desa dan warga mengenai cara menggunakan chatbot ini dalam pelayanan administrasi.
  4. Evaluasi dan Pendampingan – Memantau implementasi sistem serta memberikan pendampingan agar perangkat desa dapat mengelola layanan ini secara mandiri.
Baca Juga  Mahasiswa KKN Unhas 115 Petakan Alur Sampah dan Zona Potensial Mangrove di Kelurahan Lakkang Makassar

Penggunaan chatbot berbasis whatsApp ini dipilih, menurut Ahmad Zacky selaku inisiator, karena mayoritas masyarakat desa telah familiar dengan aplikasi whatsApp sehingga implementasi lebih mudah diterima, dan mudah diakses.

Baca Juga  Mahasiswa KKN-T 113 Unhas Posko Tellumpanua Pinrang Gelar Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring

“Teknologi ini memungkinkan masyarakat mengajukan permohonan surat keterangan, mendapatkan informasi desa, serta mengakses layanan lainnya secara otomatis tanpa perlu antre di kantor desa,” ungkap Ahmad Zacky yang juga adalah mahasiswa Teknik informatika 2021 Unhas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *