Bantaeng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin (Unhas) gelombang 114, telah melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan aquaponik di Desa Biangloe, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng.
Aquaponik merupakan sistem budidaya terpadu yang menggabungkan antara budidaya ikan (akuakultur) dan tanaman (hidroponik) dalam satu ekosistem tertutup.
Sosisalisasi dan pelatihan aquaponik ini, dilaksanakan pada 28 Juli 2025. Kegiatan dilaksanakan bertujuan untuk memperkenalkan pertanian dan perikanan berkelanjutan, serta meningkatkan ketahanan pangan masyarakat. Hal ini disampaikan Nurhayati, penanggung-jawab kegiatan, dalam keterangannya pada, Sabtu (30/8/2025).
“Kegiatan ini untuk memperkenalkan teknologi pertanian modern sederhana yang ramah lingkungan dan mudah diterapkan oleh masyarakat luas, khususnya di Desa Biangloe,” ujar Nurhayati.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Desa, Aparat Desa, Bhabinkamtibmas Polsek Pa’jukukang, tokoh masyarakat, mahasiswa KKN profesi Kesehatan Angkatan 67 dan sejumlah warga Desa Biangloe.
Nurhayati, selaku penanggung jawab program kerja ini, menjelaskan bahwa kegiatan pengenalan melalui pelatihan, peserta mendapatkan pemahaman dasar mengenai prinsip kerja aquaponik, cara pembuatan sistem aquaponik sederhana, serta teknik pemeliharaan ikan dan tanaman yang optimal.
Selain itu, ia mengatakan, peserta juga diajarkan bagaimana mengelola sistem ini secara mandiri dengan biaya yang terjangkau dan pemanfaatan lahan yang terbatas sehingga dapat menjadi alternatif usaha produktif di lingkungan rumah atau komunitas.
“Peserta tidak hanya mendapatkan teori tetapi dilibatkan langsung dalam pembuatan aquaponik, mulai dari penyiapan air sebagai tempat hidup ikan, penghantar nutrisi, sekaligus penjelasan mengenai penggunaan EM4 yang merupakan probiotik cair untuk meningkatkan kualitas air dan kesehatan ikan,” jelas Nurhayati.
“Kemudian pemilihan benih ikan yang baik dan mudah untuk dibudidayakan, serta tata cara penanaman menggunakan media tanam sederhana dari peralatan rumah tangga,” tambahnya.
Dirinya berharap, sosialisasi dan pelatihan ini dapat membuka wawasan masyarakat tentang potensi aquaponik sebagai solusi pertanian masa depan yang hemat air, ramah lingkungan, dan dapat meningkatkan pendapatan keluarga.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Mahasiswa KKN-T Unhas posko Desa Biangloe, dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan pemberdayaan masyarakat desa melalui inovasi teknologi tepat guna. Tercipta ekosistem pertanian yang lebih berkelanjutan dan mandiri.
Terkait kegiatan ini, Ulil Amri selaku, Bhabinkamtibmas di daerah tersebut, menilai kegiatan ini mengedukasi dan sangat bermanfaat bagi masyarakat.
“Pelatihan ini sangat mengedukasi masyarakat apalagi dalam pemanfaatan limbah dan media yang sangat sederhana sehingga masyarakat sangat mudah jika ingin mengaplikasikan program ini secara berkelanjutan,” pungkasnya. (*)












