Hadiri Pelepasan Jenazah Raja Gowa XXXVIII, Jufri Rahman Ungkap Andi Kumala Idjo Sosok Penyabar dan Pemaaf

Sekda Sulsel Jufri Rahman menghadiri pelepasan jenazah Raja Gowa XXXVIII, PYM Sombayya Ri Gowa Andi Kumala Idjo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang Sultan Malikussaid II, di Istana Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Jumat (29/11/2024). (Foto: Ist.)

Gowa – Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Jufri Rahman menghadiri pelepasan jenazah Raja Gowa XXXVIII, PYM Sombayya Ri Gowa Andi Kumala Idjo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang Sultan Malikussaid II, di Istana Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Jumat (29/11/2024).

Dalam prosesi pelepasan jenazah, pihak keluarga kerajaan menyerahkan jenazah kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dalam hal ini diterima langsung oleh Sekda Sulsel Jufri Rahman, untuk dilepas ke Pemakaman Keluarga Raja-raja Gowa di Katangka Kabupaten Gowa.

Baca Juga  PPID Sulsel Paparkan Kebijakan dan Strategi Keterbukaan Informasi Publik dalam Uji Publik Monev KIP 2024

“Tadi sudah dilepaskan jenazah almarhum Raja Gowa ke 38, Andi Kumala Idjo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang Sultan Malikussaid II dikuburkan di Kompleks Pemakaman Keluarga Raja-raja Gowa di (area) Masjid Al Hilal, Masjid Tua Katangka,” katanya. 

Turut hadir dalam prosesi pelepasan jenazah di rumah duka di Istana Balla Lompoa, diantaranya Komandan Satbrimob Polda Sulsel, Kapolda Sulsel, Wakasdam XIV Hasanuddin, dan sejumlah pejabat lainnya.

Baca Juga  Hari Kedua Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Bababulo Belum Membuahkan Hasil

Jufri Rahman mengaku memiliki kedekatan dengan almarhum Raja Gowa ke 38 tersebut. Sosok almarhum bagi Jufri, dikenal sebagai sosok pemimpin yang baik, bijaksana, penyabar, dan pemaaf.

Bahkan, Jufri Rahman mengatakan, jika ada hal yang riskan dan perlu untuk diketahuinya, almarhum kerap menghubunginya melalui pesan singkat WhatsApp untuk mengingatkan.

“Beliau orang sabar, baik hati, selalu mengingatkan. Saya selalu diingatkan bahwa ada hal yang menurut beliau riskan, dia selalu mengingatkan. Hati-hati, kalau ada sesuatu yang beliau dengar yang dianggap perlu saya tahu, pasti dia WA saya. Itulah beliau bisa diterima semua orang karena seperti itu. Orangnya pemaaf dan sabar meskipun perlakuan apapun terhadap dirinya dia terima dengan sikap yang sabar itu,” ungkapnya.

Baca Juga  Prof Zudan Enam Bulan Pimpin Sulsel, Transaksi Surat Elektronik Naik 50 Kali Lipat

Dengan begitu, Jufri Rahman mengaku jika masyarakat Gowa saat ini kehilangan sosok pemimpin raja Gowa yang baik hati, pemaaf, bijaksana, dan punya sikap yang sabar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *