Bentrok Mahasiswa di Depan Kampus UNM Makassar, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Foto : Bentrok antara mahasiswa dengan masyarakat di UNM

Sulsel.99news.id,Makassar–Bentrok tidak hanya terjadi di depan Universitas Bosowa (Unibos) dan Universitas Muslim Indonesia (UMI), tapi juga terjadi di Universitas Negeri Makassar (UNM), Jalan AP Pettarani, Kecamatan Rappocini, Senin (26/8/2024) malam.

Seperti diketahui, bentrokan ini merupakan lanjutan dari aksi unjuk rasa yang digelar ribuan mahasiswa di bawah Fly Over Km 4.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 21.45 wita, massa aksi yang tetap menutup Jalan AP Pettarani setelah menggelar aksi di Fly Over memicu amarah warga.

Baca Juga  Kunjungi Rumah Duka Abay, Gubernur Sulsel Beri Bantuan untuk Ringankan Beban dan Moril Keluarga yang Ditinggalkan

Saling serang pun tak terhindari, massa aksi bersembunyi di balik gedung Phinisi sesekali menyerang keluar.

Warga yang didominasi anak-anak muda itu menunggu di pintu gerbang UNM Phinisi. Mereka melempar batu hingga melontarkan busur.

Sementara, personel gabungan dari Sat Sabhara Polrestabes Makassar dan Brimob Polda Sulsel terus melakukan pendekatan persuasif untuk menghentikan bentrokan.

Baca Juga  Gempa M 3,0 Guncang Timur Laut Alor NTT

“Buka jalan, buka jalan, tolong yang ada di dalam mundur semuanya. Disampaikan kepada masyarakat yang masuk kampus dimohon keluar. Kami imbau agar segera keluar,” imbau polisi yang ada di atas mobil RAISA dengan menggunakan pengeras suara.

Ia juga meminta kepada para mahasiswa yang berada di dalam area kampus untuk tidak lagi melakukan pelemparan batu.

“Untuk adek-adek mahasiswa yang ada di dalam, tolong jangan melempar. Semua masyarakat agar kembali,” tukasnya.

Baca Juga  Gempa Terkini M 4,2 Goyang Daruba Malut, Ini Titik Kordinat Lokasinya dan Info Gempa Lainnya

Polisi tersebut menegaskan bahwa pihaknya akan segera menguasai kampus UNM dan menghentikan bentrokan yang membuat kemacetan selama berjam-jam itu. “Kami akan kuasai di sini. Masyarakat tolong mundur,” tandasnya.

Gas air mata pun terpaksa ditembakkan ke dalam area kampus untuk menghentikan bentrokan yang terjadi.

Hasilnya, para mahasiswa yang sebelumnya terus melakukan pelemparan dibuat kocar-kacir. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *