MAKASSAR, Salah satu peserta lari Makassar Half Marathon (MHM) Andi Pallawagau Galigo meninggal dunia, Minggu 2 Juni 2024. Almarhum Andi Gau panggilan akrabnya meninggal dunia setelah menjalani kondisi kritis pada rute 5 kilometer.
Kepastian meninggalnya Andi Gau dibenarkan Usman pelari MHM di Makassar.
Saat dihubungi, Usman yang juga pelari asal Tonra Kabupaten Bone Provinsi Sulsel mengaku kaget atas meninggalnya Andi Gau. Sebelum meninggal, ia berencana ingin bertemu habis melewati rute MHM yang dilalui.
“Kami berencana ingin ketemu Andi Gau setelah lari, namun kabar meninggal diperoleh setelah kami tuntaskan lari,” ujarnya.
Informasi yang dihimpun, pasien yang meninggal ini merupakan anggota salah satu komunitas lari di Kabupaten Bone. Jenazah sudah dibawa ke rumah duka di Tonra.
Menurut data yang dihimpun, korban yang berprofesi sebagai Sarjana Teknik berinisial A.P.G., berusia 41 tahun, beralamat di Jl. Ojeng Kojeng, Kelurahan Padaelo, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone.
kronologis kejadian seperti diungkapkan Plt Kepala Dispora Kota Makassar Andi Tenri Lengka bahwa korban Pallawagau Galigo terjatuh di kilometer 5,68.
Tim medis terdiri dari Running Doctors dan paramedik di aid station telah memberikan penanganan medis darurat.
Dalam waktu singkat, ambulans tiba di lokasi untuk memberikan tindakan medis.
Sehingga alharhum dievakuasi ke Rumah Sakit Primaya. Proses evakuasi juga didampingi oleh Koordinator Medis Makassar Half Marathon.
Setibanya di Rumah Sakit (RS) Primaya, Pallawagau Galigo segera mendapatkan penanganan medis intensif.
“Namun, dengan sangat menyesal, kami menginformasikan bahwa upaya medis tidak berhasil, dan almarhum dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya.
Dispora Makassar juga telah menghubungi keluarga almarhum untuk koordinasi lebih lanjut mengenai proses pemulangan jenazah.
Saat ini, almarhum telah dibawa ke rumah duka untuk persiapan pemakaman.
“Kami sudah berupaya maksimal yang dilakukan seluruh tim medis, running doctors, paramedik, dan pihak Rumah Sakit Primaya,” ungkapnya.
Bahkan Dispora juga berkomitmen untuk terus meningkatkan standar keselamatan dan kesehatan bagi para peserta di ajang-ajang selanjutnya.
Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya menjaga kebugaran dan tidak memaksakan diri di luar batas kemampuan saat mengikuti aktivitas olahraga berat seperti lari marathon. (*)












