Bantaeng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 Tematik Inovasi Daerah melaksanakan kegiatan pendataan dan pemetaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bonto Tiro, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng.
Kegiatan yang merupakan program kerja individu ini dilaksanakan pada Senin, 12 Januari 2026, dengan menyasar berbagai usaha kecil milik warga desa, seperti warung sembako, warung jajanan, hingga usaha rumahan lainnya.
Mahasiswa penggagas kegiatan, Mukmin Marwan, menjelaskan bahwa pendataan dilakukan secara langsung dengan mendatangi pelaku UMKM dari rumah ke rumah. Data yang dikumpulkan meliputi nama usaha, jenis usaha, jam operasional, serta dokumentasi usaha.
“Data yang didapat kemudian dimasukkan ke Google Maps sebagai titik lokasi UMKM, sehingga usaha warga bisa lebih mudah ditemukan,” ujar Mukmin, Jumat (30/1/2026).
Mukmin yang merupakan mahasiswa Agrobisnis Perikanan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas, menyebutkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan sebaran UMKM di Desa Bonto Tiro, sekaligus membantu pelaku usaha agar lebih dikenal, khususnya oleh masyarakat dari luar desa.
“Selama ini banyak usaha kecil yang sudah lama berdiri, tetapi tidak banyak diketahui orang luar. Dengan dicantumkan di Google Maps, usaha-usaha ini jadi lebih mudah dicari,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pendekatan langsung dipilih agar pelaku usaha lebih mudah memahami manfaat pendataan dan pemetaan digital tersebut.
“Kalau dijelaskan secara sederhana, mereka lebih paham. Tidak perlu istilah rumit, yang penting manfaatnya bisa dirasakan,” katanya.
Dari hasil kegiatan tersebut, sebanyak 16 UMKM berhasil didata dan dipetakan. Mayoritas merupakan usaha skala kecil dan rumahan yang dikelola oleh masyarakat setempat, termasuk banyak usaha yang dijalankan oleh perempuan.
Mukmin berharap, data UMKM yang telah dikumpulkan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah desa sebagai basis data potensi ekonomi lokal.
“Harapannya, usaha warga bisa lebih terlihat dan ke depan data ini bisa digunakan oleh desa untuk pengembangan UMKM,” ujarnya.
Kegiatan ini sejalan dengan pelaksanaan KKN Tematik Inovasi Daerah Unhas yang mendorong mahasiswa untuk berkontribusi langsung melalui program sederhana namun berdampak nyata bagi masyarakat.
Pemerintah Desa Bonto Tiro pun menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Data seperti ini sangat penting bagi desa karena membantu kami melihat potensi usaha masyarakat,” ujar Isra, salah satu perangkat Desa Bonto Tiro.
Melalui pendataan dan pemetaan UMKM ini, mahasiswa KKN Unhas Gelombang 115 berharap dapat memberikan kontribusi awal dalam mendukung penguatan ekonomi dan pengembangan potensi Desa Bonto Tiro. (*)











