Kampus  

Mahasiswa KKN Unhas 115 Gelar Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair di Desa Bonto Tiro Bantaeng

Mahasiswa KKN Unhas saat melaksanakan edukasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik cair di lapangan Dusu Kasiping, Desa Bonto Tiro, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, pada Selasa (20/1/2026). (Foto: Muh Maulana/ Ist.)

Bantaeng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 Tematik Inovasi Daerah menggelar edukasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) di Desa Bonto Tiro, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 20 Januari 2026 di Lapangan Dusun Kasiping tersebut dihadiri Kepala Desa Bonto Tiro, Ketua Tim Penggerak PKK, bersama sekitar 20 warga setempat.

Penginisiasi program, Muh Maulana Wahyudi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mendorong pemanfaatan potensi alam desa melalui pembuatan pupuk ramah lingkungan yang mudah diaplikasikan masyarakat.

Baca Juga  Workshop Weathering With You, Literasi Perubahan Iklim Komunitas Pesisir Barrang Lompo

“Pembuatan pupuk cair memanfaatkan tanaman dan bahan alami yang tersedia di sekitar desa, seperti daun gamal serta limbah organik nabati,” ujar Muh Maulana, Rabu (11/2/2026).

Muh Maulana yang juga mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Unhas itu menambahkan, pupuk organik cair yang dihasilkan lebih ramah lingkungan dan dapat membantu meningkatkan kesuburan tanaman pertanian warga.

Baca Juga  Mahasiswa KKN Tematik Unhas 114 di Kelurahan Baranti Sidrap Sosialisasi Manajemen Waktu Mengajarkan Anak Disiplin Sejak Dini

Pelaksanaan program dilakukan melalui tahapan sosialisasi dan pelatihan, mulai dari pengenalan bahan, proses pencacahan tanaman, pencampuran dengan bahan pendukung, proses fermentasi, hingga tata cara penggunaan pupuk pada tanaman.

Seluruh rangkaian kegiatan dirancang dengan metode sederhana agar mudah dipahami dan dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat desa. Warga juga dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan pembuatan pupuk.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari aparat desa. Ketua Tim Penggerak Desa Bonto Tiro, Hartuti, menilai edukasi dan pelatihan tersebut menambah pengetahuan masyarakat dalam mengelola limbah organik sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Baca Juga  Pucuk Pimpinan HIPMI Perguruan Tinggi Kabupaten Bone Berganti

“Program pupuk organik cair ini bahannya mudah didapatkan dan ternyata memiliki banyak manfaat,” ujarnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Unhas berharap masyarakat dapat menekan biaya produksi pertanian, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya praktik pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *