Petani yang Hanyut di Sungai Walanae Cabbeng Ditemukan. Begini Kondisinya

Tim SAR Gabungan sukses temukan Baharu, petani yang dilaporkan hilang di Sungai Wallanae Cabbeng. (foto: ist)

SOPPENG, Upaya pencarian yang dilakukan Tim SAR Brimob Bone yang dipimpin Danki 1 AKP Andi Dahlan terhadap Baharu (65), petani yang diduga hanyut di Sungai Walanae, Kelurahan Cabbeng, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan, membuahkan hasil.

Pencarian tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Brimob Bone bersama Basarnas Kabupaten Bone berhasil menemukan Baharu dalam kondisi tak bernyawa.

Sebelumnya korban yang dilaporkan hanyut pada siang kemarin ini disebutkan oleh saksi mata bahwa Baharu ( 65 ) tengah menyeberangi sungai Walannae, akan tetapi karena kelelahan akhirnya tubuh korban tenggelam dan terbawa arus sungai.

Baca Juga  Akun IG Pemprov Sulsel Diserang Ratusan Komentar: Tanyakan Hak dan Kejelasan Gaji P3K

Kepada awak media, Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan, S.Sos menjelaskan, lokasi penemuan berada di sekitar 1 mil dari lokasi kejadian.

“Korban ditemukan sekitar pukul 09.25 Wita dalam kondisi meninggal dunia tidak jauh dari tempat korban dilaporkan tengelam,” kata Danyon yang beken disapa Tindizzz, Kamis (10/2/2022).

Baca Juga  Gempa Guncang Luwu Timur Sulsel, Ini Kekuatannya

Danyon Ichsan juga menambahkan, saat ini jasad korban telah dibawa ke rumah duka tidak jauh dari lokasi kejadian dan langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Keberhasilan operasi SAR ini tak lepas dari kekompakan dan kerja keras tim yang terlibat. Tidak hanya SAR Brimob Bone, dalam operasi kemanusiaan ini juga terlibat Basarnas Bone, BPBD Soppeng, TRC Soppeng, SAR Unhas, SAR UNM, SAR Prima Wajo, dan potensi SAR Kabupaten Soppeng, hingga masyarakat sekitar, sehingga misi ini bisa selesai dalam kurun waktu kurang dari 24 jam,” ucap Danyon Ichsan.

Baca Juga  Wujudkan Program Perhutanan Sosial, Gubernur Sulsel Raih Penghargaan dari Kemenhut RI

Lebih lanjut mantan Kasubbagrenmin Sat Brimob Polda Sulsel, juga mengatakan bahwa Brimob Bone menyiagakan tim SAR 24 jam untuk membantu masyarakat di kala membutuhkan pertolongan. (Muhammad Kasim)