Gara-gara Tak Mampu Beli Baju Olahraga, Orang Tua Siswa SD Inpres Layang 3 Ditagih di Grup WA

Sulsel.99news.id,Makassar – Seorang orang tua siswa di SD Inpres Layang 3 Makassar merasa tertekan setelah menerima pesan di grup WhatsApp kelas yang menagih mereka untuk membeli baju olahraga. Kejadian ini mencuat setelah anaknya dilarang mengikuti mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) karena tidak mengenakan baju olahraga yang telah ditentukan oleh guru kelas.

Orang tua siswa tersebut, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengaku bahwa pesan tersebut dirasakan sebagai tekanan, terutama karena kondisi ekonomi keluarganya yang terbatas. “Saya tidak mampu beli baju olahraga. Tapi kenapa anak saya jadi tidak bisa ikut pelajaran olahraga? Sekarang malah ditagih di grup WA. Rasanya seperti dipermalukan,” ujarnya dengan nada kecewa.

Baca Juga  Nilai Kerja Sama Indonesia-Afrika Naik Signifikan di IAF ke-2 di Bali

Dalam pesan di grup WhatsApp tersebut, guru kelas menyatakan bahwa siswa yang belum memiliki baju olahraga diwajibkan untuk segera membelinya agar dapat mengikuti pelajaran PJOK. Orang tua siswa diminta menghubungi guru kelas untuk melakukan pemesanan baju olahraga. “Saya sudah berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak, tapi ekonomi keluarga sedang sulit. Rasanya tidak adil jika anak saya harus dikucilkan hanya karena baju olahraga,” tambah orang tua tersebut.

Baca Juga  Keluh Muh. Syukur, Dilapor Polisi Ponakannya Evi, Paman Berencana Lapor Balik

Guru kelas yang mengirimkan pesan tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait masalah ini. Namun, beberapa orang tua lainnya berharap agar guru dapat lebih memahami kondisi ekonomi mereka dan memberikan solusi yang tidak membebani keluarga yang kurang mampu.

Situasi ini menjadi keprihatinan orang tua siswa karena berdampak terhadap psikologis siswa yang bersangkutan. Mereka merasa dikucilkan dan tidak bisa mengikuti pelajaran seperti teman-temannya, yang berpotensi mengurangi semangat belajar dan kepercayaan diri anak. Seorang pemerhati pendidikan di Makassar, Andi Wati, berpendapat bahwa “Pendidikan harus inklusif. Tidak seharusnya siswa dilarang mengikuti pelajaran hanya karena masalah seragam. Pihak guru perlu menangani masalah ini dengan bijaksana.”

Baca Juga  Penyebab Hampir Toko Alaska Makassar Terbakar dini hari

Fakta yang terungkap di grup WA siswa menunjukkan bahwa kondisi ekonomi keluarga mempengaruhi kemampuan anak untuk memenuhi syarat-syarat pendidikan. Orang tua siswa berharap agar guru kelas dapat lebih memahami situasi mereka dan mencari solusi yang lebih bijaksana, seperti memberikan bantuan atau keringanan kepada siswa yang kurang mampu.

Permasalahan ini masih berkembang, dan banyak pihak menunggu tanggapan resmi dari guru kelas serta langkah konkret yang akan diambil untuk menyelesaikan permasalahan ini.informan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *