Kabar  

Forum Keluarga Besar Wa’nuhun Gelar Arisan Bulanan putaran kedua di kediaman H. Hamka

Sulsel.99news.id, MAKASSAR – Acara Kegiatan Arisan Bulanan Family Keluarga Besar Wa’ Nuhun Putaran ke 2 kembali dilaksanakan di kediaman H. Hamka/ Hj. Timah Jalan Barukang Raya Lorong 3 No.8 Kota Makassar, Minggu pukul 13.00 Wita (14/07/24).

M. Amin Usman selaku Ketua menguraikan, Forum Keluarga Besar Wa’ Nuhun sudah berjalan 1 tahun 6 bulan dan periode kedua ini masih menyelenggarakan agenda arisan keluarga yang digelar setiap bulan dengan peserta arisan sebanyak 54 orang kepala keluarga.

Amin mengatakan, Kali ini arisan kedua periode kedua dilaksanakan di rumah H.Hamka/ Hj. Timah sebagai tuan rumah, bersama Neni H. Saude.

Baca Juga  Gelar Rakornas, Pembina Samsat Tingkat Nasional Bahas OptimalisasiCapaian Target Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor 2024

Lanjut Amin, Kegiatan ini asyik, selalu diwarnai dengan canda tawa dan rasa kekeluargaan yang tinggi, sehingga diharapkan kegiatan ini, kedepannya dapat berjalan secara rutin dan tentu menjadi sarana untuk meningkatkan hubungan silaturahmi, meningkatkan kekompakan serta rasa kekeluargaan. “Intinya kegiatan ini menjadi wadah untuk menjalin silaturahmi dan kekeluargaan”, jelasnya.

H. Hamka mewakili tuan rumah pelaksana acara kegiatan menyampaikan rasa syukur kehadirat Allah SWT atas terlaksananya acara dan berjalan dengan baik, “Lancar sesuai yang kami harapkan”, tuturnya.

Baca Juga  Mahasiswa KKN-T Unhas 114 Latih dan Dampingi Penggunaan Aplikasi SIAPIK Susun Laporan Keuangan Digital UMKM di Kelurahan Cappa Galung Parepare

Atas nama tuan rumah,, “Terima kasih kepada Family Keluarga Besar Wa’ Nuhun telah meluangkan waktunya menghadiri acara arisan keluarga di kediaman kami, semoga tali silaturahmi diantara kita semua semakin erat”, ucapnya.

Dalam sesi arisan kali ini, turut hadir Ustads Syamsuddin sebagai peserta arisan. Dalam pesan singkatnya, Syamsuddin menjelaskan mengenai bantuan seseorang.“Jika bantuan yang kita berikan pada siapa pun, jangan pernah mengungkitnya kembali, karena bantuan yang diungkit memberikan kesan ketidak-ikhlasan saat memberikannya”. Jadi Syamsuddin mengingatkan agar berhati-hati dalam melakukan amalan baik, karena yang demikian ini bisa menjadi sia-sia di hadapan Allah SWT.

Baca Juga  Tingkatkan Sinergi dan Kolaborasi, Jasa Raharja dan Korlantas PolriGelar Monev Penegakkan Hukum TW IV 2024 di Kepulauan Riau

Jika bantuan itu diungkit, yang dibantu pun merasa tak enak lantaran merasa berhutang budi apalagi seolah merasa ditagih terus. Oleh karena itu, “Biarlah Allah SWT saja yang membalas semua kebaikan itu,” pesannya.

Di akhir pesannya, Syamsuddin menegaskan, “Sesungguhnya sebuah anugerah bilamana kita lahir dalam sebuah keluarga besar yang penuh cinta kasih. Mereka akan selalu ada di sisi kita saat suka maupun duka,” tutupnya. ( Lis rm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *