Ia menguraikan bahwa bahan yang diperlukan dalam pembuatan teh herbal ini hanya daun kelor yang telah dikeringkan kemudian dibuat menjadi halus serta gula atau madu sebagai penyedap rasa alami pada teh herbal.
“Dengan rasa yang lembut dan aroma alami, teh kelor cocok untuk dikonsumsi sehari-hari sebagai alternatif teh sehat,” katanya.
Pada kesempatan demonstrasi, Firdayana memberikan beberapa sampel teh herbal untuk diicip oleh warga yang hadir saat itu.
“Wah lumayan juga rasanya,” ucapnya menirukan kata warga.
Pada kesempatan yang sama, setelah warga mencicip teh herbal, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi lain yaitu sosialisasi terkait digitalisasi pembayaran desa melalui Qris serta pengedukasian laporan keuangan yang dipandu oleh Febrina.
Febrina yang juga mahasiswa KKN-T posko Karelayu dalam keterangannya mengatakan sebelum kegiatan dimulai dirinya sudah menyiapkan brosur yang dapat warga baca dan pahami terkait pembayaran Qris serta laporan keuangan.
Lebih jauh dikatakan Febrina, untuk dapat bersaing di pasar produk, pengusaha perlu mengikuti perkembangan zaman termasuk metode pembayaran yang kekinian dan aman yaitu metode pembayaran Qris.












