Mahasiswa Unhas Gelar Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring di Desa Benteng Maros

Mahasiswa KKN-T bersama warga peserta pelatihan. (Foto: Aisyah Nur Rahma/ Ist.)

Maros – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 114 telah melaksanakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring di Desa Benteng, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan berbasis teknologi tepat guna.

Pelatihan ini telah dilaksanakan pada 27 Juli 2025, diikuti peserta adalah warga Desa Benteng, yang bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, keterampilan, serta kemandirian ekonomi masyarakat. Hal ini disampaikan Aisyah Nur Rahma Amir selaku mahasiswa KKN-T kordinator kegiatan dalam keterangannya pada Jumat (17/10/2025).

Menurut Aisyah Nur, peserta memperoleh pelatihan langsung mengenai cara membuat sabun cuci piring cair menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh dan terjangkau, seperti texapon, NaCl, SLES, pewangi, dan pewarna.

Baca Juga  Mahasiswa KKN-T Unhas 114 Gelar Pelatihan Ecoprint Tingkatkan Kreativitas Anak di Desa Biangloe Bantaeng

Produk tersebut efektif digunakan dan mendapat penilaian positif dari peserta. Kegiatan ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan praktis, tetapi juga membuka peluang bagi warga untuk mengembangkan usaha rumahan.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat dapat memproduksi sabun cuci piring secara mandiri. Hasilnya bisa digunakan sendiri, bahkan dijadikan sebagai produk usaha untuk menambah pendapatan keluarga,” ujar Aisyah.

Kepala Desa Benteng, Muh Rizal menilai baik kegiatan yang diinisiasi mahasiswa KKN-T ini. Dirinya mengatakan, bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat dan sejalan dengan upaya peningkatan kesejahteraan warga desa.

Baca Juga  Jasa Raharja Bahas Optimalisasi Teknologi dan Pelayanan di RSUD Lamaddukelleng

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Warga mendapat ilmu baru yang bisa diterapkan langsung dan berdampak pada ekonomi keluarga,” ucapnya.

Menurut Kepala Desa Benteng, usai memberikan pelatihan, mahasiswa KKN-T menyerahkan produk sabun cuci piring hasil pembuatan bersama masyarakat yang dipraktikkan dalam kegiatan pelatihan.

Salah seorang warga, Nasrullah pada Jumat 17 Oktober 2025, yang juga peserta pelatihan (27/7) waktu lalu, menilai positif efek jangka panjang dari hasil pelatihan pembuatan sabun cuci piring ini bagi masyarakat desa.

Baca Juga  Kejari Sinjai Tahan Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Rehabilitasi Daerah Irigasi Apparang Tahun 2020

“Efek jangka panjangnya sangat positif. Dengan pelatihan ini, masyarakat jadi memiliki keterampilan baru yang bisa dimanfaatkan terus-menerus. Kami tidak hanya belajar membuat sabun, tapi juga belajar mengelola bahan, menghitung biaya produksi, dan memahami peluang usaha. Jadi manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu lama,” ungkap Nasrullah.

Nasrullah juga menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan alat bahan, dan masih ada beberapa warga masih kurang pengalaman dalam mencampur bahan dengan benar.

Meskipun ada kendala, namun menurut Nasrullah, tujuan kegiatan pelatihan pembuatan sabun cuci piring yang diinisiasi mahasiswa ini telah tercapai.

“Karena kami mampu memahami proses pembuatan sabun dan termotivasi untuk berwirausaha,” tuturnya. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *