Jeneponto – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Univeristas Hasanuddiin (Unhas) Gelombang 114 menggelar kegiatan penanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga) di halaman kantor Kelurahan Bontotangnga, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto pada Rabu, 24 Juli 2025, dalam upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan mengajak masyarakat budidaya TOGA di pekarangan rumah.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan lahan kosong untuk mendukung gaya hidup sehat berbasis herbal alami. Hal ini diungkapkan kordinator posko KKN Tematik Unhas Gelombang 114 Kelurahan Bontotangnga, Glorianus Gias dalam keterangannya via WhatsApp, pada Selasa (29/7/2025).
Glorianus mengatakan, beberapa tanaman obat ditanam dalam kegiatan ini, diantaranya jahe, kunyit dan serai. Ia menjelaskan bahwa tanaman-tanaman tersebut dikenal luas memiliki khasiat dalam pengobatan tradisional dan sering digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari sebagai obat alami untuk berbagai jenis penyakit ringan, seperti batuk, demam, masuk angin, dan gangguan pencernaan.
Menurutnya, pemilihan tempat penanaman TOGA di kantor kelurahan ini dilaksanakan, dimaksudkan agar masyarakat yang memiliki lahan kosong, dapat melihat langsung dan mendapatkan contoh penanaman TOGA di lahan kosong pekarangan rumah.
“Pekarangan rumah masyarakat yang memiliki lahan kosong masih banyak dan belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal apabila dikelola dengan baik, sangat berpotensi apabila ditanami TOGA,” ungkap Glorianus
Mengutip keterangannya, Lurah Bontotangnga, Rahkmat Palinrungi, S.P., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan penghijauan sekaligus contoh konkret bagi masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah masing-masing.
“Kami ingin menjadikan kantor kelurahan sebagai contoh lingkungan kerja yang sehat, hijau, dan produktif. Tanaman TOGA tidak hanya mempercantik halaman, tetapi juga memiliki nilai guna yang tinggi bagi kesehatan. Kami harap ini bisa menjadi inspirasi bagi warga untuk mulai menanam di rumah masing-masing,” ujar Lurah Rahkmat.
Selain memperindah tampilan halaman kantor, tanaman-tanaman TOGA ini akan dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pihak kelurahan. Rencananya, hasil panen tanaman obat ini juga dapat digunakan untuk kebutuhan masyarakat sekitar, terutama sebagai pertolongan pertama berbasis bahan alami.
Lebih jauh Lurah Rahkmat mengatakan, dengan adanya kegiatan ini, Kelurahan Bontotangnga menunjukkan komitmennya dalam mendukung gerakan lingkungan sehat dan mandiri, serta memperkuat nilai-nilai kearifan lokal melalui pemanfaatan tanaman tradisional. (Pitriani Ramadani)











