Pinrang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 114 di Desa Lotang Salo, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, melaksanakan sosialisasi pengenalan dan pelatihan budidaya ikan dalam ember (Budikdamber). Hal ini dikatakan Firdaus, inisiator kegiatan, pada Rabu (6/8/2025).
Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan oleh dirinya bersama mahasiswa KKN seposkonya, pada tanggal 28 Juli 2025 di Desa Lotang Salo. Dalam sosialisasi dijelaskan, konsep budidaya, keunggulan dan cara buat instalasinya. Turut hadir dalam kegiatan ini, aparat desa, tokoh masyarakat, dan ibu-ibu PKK, dan terpantau seluruhnya antusias mengikuti setiap sesi penjelasan.
“Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Lotang Salo yang dihadiri aparat dan ibu-ibu, sosialisasi yang diberikan oleh mahasiswa kepada mereka yakni mengenai konsep Budikdamber, keunggulannya, serta cara membuat instalai Budikdamber secara mandiri,” ungkap Firdaus.
Menurut Firdaus, kegiatan ini adalah sebuah inovasi sederhana yang menggabungkan budidaya ikan dan sayuran dalam satu wadah.
“Budikdamber merupakan metode budidaya terpadu yang memanfaatkan ember sebagai media pemeliharaan ikan sekaligus tempat bertanam sayuran,” ujarnya.
Alasan memilih kegiatan ini, Firdaus mengatakan bahwa sistem ini sangat cocok diterapkan di daerah dengan lahan terbatas karena efisien, hemat air, dan mudah dipelajari oleh masyarakat, dan dapat menjadi peluang bisnis skala kecil bila dikembangkan.
“Melalui sistem sederhana ini, satu ember dapat menghasilkan ikan konsumsi sekaligus sayuran segar yang dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” tuturnya.
“Kami berharap masyarakat bisa menerapkan Budikdamber di pekarangan rumah mereka. Selain memberikan nilai gizi, juga bisa menjadi peluang usaha,” tambahnya.
Firdaus menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memperkenalkan teknologi tepat guna yang dapat meningkatkan kemandirian pangan rumah tangga.
Lebih jauh, ia mengatakan, selama program berlangsung, mahasiswa memberikan pelatihan langsung kepada masyarakat mengenai cara membuat Budikdamber, teknik perawatan ikan dan tanaman, serta cara mengatasi kendala yang sering muncul.
Terkait kegiatan ini, salah satu peserta, Hasrina, mengungkapkan rasa senangnya bisa mengikuti kegiatan pengenalan dan pelatihan Budikdamber.
“Budikdamber ini sangat bermanfaat, apalagi bagi kami ibu rumah tangga yang ingin membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga dari rumah saja,” ungkapnya.
“Selain bisa menanam sayur, kita juga bisa memelihara ikan dalam satu wadah. Ini sesuatu yang baru dan mudah untuk dipraktikkan di rumah. Saya sangat senang bisa belajar langsung dari adik-adik mahasiswa KKN. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut ke depannya,” pungkasnya. (*)











