Makassar – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 Tematik Perubahan Iklim melaksanakan program kerja pemetaan urban farming dan lokasi potensial TEBA (Tempat Pengolahan Sampah Organik Berbasis Lingkungan) di RW 01, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.
Rangkaian kegiatan ini diawali dengan survei dan identifikasi lahan sejak 13 Januari 2026. Proses kemudian berlanjut pada penentuan titik urban farming dan lokasi potensial TEBA, hingga penyerahan peta yang dilaksanakan pada Minggu, 25 Januari 2026.
Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, serta penyediaan data wilayah yang akurat mulai dari tingkat RT/RW hingga kelurahan.
Penggagas kegiatan, Huznul Hidayat, menjelaskan bahwa pemetaan dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak melalui pendekatan partisipatif.
“Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif aparat kelurahan, pengurus RT/RW, serta masyarakat setempat melalui pendekatan pemetaan partisipatif,” ujar Huznul, Kamis (29/1/2026).
Ia menjelaskan, mahasiswa KKN melakukan survei lapangan secara langsung untuk mengidentifikasi lahan milik warga yang berpotensi dikembangkan sebagai urban farming.
Selain itu, mahasiswa juga memetakan titik-titik yang memungkinkan dijadikan lokasi TEBA sebagai upaya pengelolaan sampah organik berbasis lingkungan.
Tak hanya itu, kegiatan ini turut membantu memperjelas batas wilayah RT di RW 01 berdasarkan kesepakatan para ketua RT/RW di lapangan, sehingga data wilayah menjadi lebih tertata dan akurat.
Menurut Huznul, program kerja ini dilatarbelakangi oleh kondisi lingkungan permukiman yang padat, keterbatasan lahan terbuka, serta persoalan genangan air dan pengelolaan sampah organik rumah tangga yang masih memerlukan penanganan berkelanjutan.
Huznul yang juga merupakan mahasiswa Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan Unhas, berharap peta yang dihasilkan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Melalui pemetaan ini, kami berharap pihak kelurahan dan masyarakat memiliki data awal yang akurat sebagai dasar perencanaan program lingkungan, khususnya pengembangan urban farming dan TEBA sebagai bagian dari upaya adaptasi terhadap perubahan iklim,” harapnya.
Kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan peta sebaran potensi urban farming dan lokasi potensial TEBA, serta peta batas RT/RW 01 kepada Ketua RW 01 sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Unhas dalam mendukung pembangunan lingkungan berbasis data.
Ketua RW 01 Kelurahan Manggala, M. Syarif S., mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai pemetaan ini memberikan manfaat nyata bagi wilayahnya.
“Kami memang membutuhkan peta sebagai sarana perencanaan ke depan. Peta yang dibuat oleh mahasiswa KKN ini sangat membantu kami dalam melihat potensi lingkungan di wilayah RT dan RW, khususnya untuk pengembangan urban farming dan pengelolaan sampah organik,” tuturnya. (*)











