Bantaeng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin (Unhas) gelombang 114, telah mengadakan kegiatan pelatihan kreativitas berbasis lingkungan: Pembuatan Ecoprint Sebagai Inovasi Pengembangan Kreativitas Seni Dari Alam di SDN 43 Biangloe, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng.
Kegiatan pelatihan ecoprint tingkatkan kreativitas anak ini diikuti siswa kelas VI SD, dilaksanakan pada Selasa tanggal 21 Juli 2025. Hal ini disampaikan, Nur Balqis Irawan, penanggung-jawab kegiatan ini, dalam keterangannya pada Selasa (2/9/2025).
Nur Balqis Irawan mengatakan, teknik ecoprint, pelatihan cetak motif alami ke media kain dilakukan melalui penyampaian materi, demonstrasi, hingga praktik mandiri dengan pendampingan langsung dari tim KKN-T.
“Kepada siswa sebanyak 18 orang ini diperkenalkan teknik ecoprint, yaitu seni mencetak motif alami dari daun dan bunga ke media kain,” ujar Nur Balqis.
Menurut Nur Balqis, hasil dari kegiatan ini tidak hanya berupa produk kain bermotif ecoprint, tetapi juga berdampak pada peningkatan kreativitas, rasa percaya diri, serta keterampilan anak-anak dalam mengolah sumber daya lokal.
“Selain produk kain, bermotif ecoprint yang unik, kegiatan ini juga berdampak menumbuhkan rasa percaya diri, kepedulian lingkungan, serta jiwa kreatif anak-anak.,” imbuhnya.
Ia lanjut menjelaskan, bahwa ecoprint tidak hanya melatih keterampilan seni, tetapi juga membuka peluang usaha kreatif yang bernilai jual dapat mendukung perekonomian keluarga di masa depan.
“Dengan memanfaatkan sumber daya alam sekitar, anak-anak belajar, melatih keterampilan seni, dimana ecoprint ini memiliki nilai tambah yang bisa dikembangkan menjadi karya seni bernilai jual,” jelasnya.
Adanya gelaran kegiatan dari mahasiswa KKN-T ini, diharapkan dapat menginspirasi masyarakat maupun kalangan anak muda di Desa Biangloe untuk tidak hanya bergantung pada sektor pertanian dan peternakan, tetapi juga mengembangkan potensi seni dan usaha kreatif sebagai alternatif ekonomi.
Kegiatan ini mendapat respon positif dari guru-guru di sekolah tersebut.
“Kepala sekolah dan kami guru, menyambut baik program ini, karena dapat menjadi alternatif metode pembelajaran kreatif berbasis praktik yang ramah lingkungan,” tutur salah seorang guru. (*)











