Sidrap – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin (Unhas) gelombang 114 di Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) , telah melaksanakan Program Kerja Sosialisasi dan Pelatihan Pembayaran Digital QRIS serta Pemasaran Digital untuk UMKM bekerja-sama BRI.
Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 5 Agustus 2025, bertempat di Gedung Masyarakat Amparita. Kegiatan ini di dibimbing Dosen Pembimbjng Kegiatan, Dr. Nur Umriani Permatasari, S.Si., M.Si.. Hal ini diungkapkan mahasiswa KKN-T penggagas kegiatan, Pricylia Angelina Husein, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jurusan Akuntansi Unhas, dalam keterangannya pada Rabu (13/8/2025).
Menurut Pricylia, alasan memilih program kegiatan ini, berawal dirinya melihat perbedaan, tingkat pemanfaatan teknologi pembayaran digital antara kota besar dan daerah. Ia mencontohkan, di Makassar, penggunaan QRIS telah menjadi hal yang umum dalam berbagai transaksi.
“Di Kelurahan Amparita, penggunaan pembayaran digital QRIS masih jarang ditemui, bahkan sebagian masyarakat belum mengetahui apa itu QRIS. Bagi pengunjung dari luar, kondisi ini menyebabkan keterbatasan dalam bertransaksi, sehingga pengunjung dari luar daerah kerap harus melakukan penarikan tunai untuk berbelanja,” ungkapnya.
Melalui program ini, menurut Pricylia, bertujuan untuk memperkenalkan pembayaran digital QRIS kepada pelaku UMKM dan masyarakat Amparita, agar mereka memahami pengertian, manfaat, cara penggunaan, dan mekanisme transaksinya.
“Guna memanfaatkan teknologi pembayaran digital yang ada, untuk itu kami mahasiswa KKN-T mengajak masyarakat Amparita agar memahami dan dapat melaksanakan pembayaran digital dengan memperkenalkan QRIS,” tambahnya.
Selain memperkenalkan pembayaran digital, kegiatan ini juga mencakup pelatihan pemasaran digital, memenuhi permintaan warga pada saat seminar program kerja posko.
“Pelatihan pemasaran digital ini diharapkan membantu pelaku usaha mempromosikan dagangannya secara online, sehingga jangkauan pasar tidak hanya terbatas secara lokal, tetapi juga dapat menjangkau pembeli dari luar daerah,” urainya.
Lanjut Pricilya mengatakan, program kerja sosialisasi pembayaran dan pemasaran digital ini terlaksana berkat kerja sama dan dukungan BRI Amparita, dalam upaya mendukung sinergi digitalisasi UMKM di Amparita, mengingat sebagian besar pelaku usaha di daerah tersebut merupakan nasabah BRI.
“Dukungan BRI dalam kegiatan ini, sangat berarti karena sejalan dengan tujuan mereka dalam mendorong digitalisasi UMKM, khususnya penggunaan QRIS. Selain itu, pihak BRI juga memiliki pengalaman dalam pembuatan video dan promosi UMKM, sehingga berkontribusi langsung dalam materi pelatihan,” jelas Pricylia.
Kegiatan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Antusiasme masyarakat cukup tinggi, terlihat dari partisipasi aktif peserta yang mengikuti sesi sosialisasi maupun pelatihan.
Diharapkan melalui kegiatan ini, UMKM dan masyarakat Amparita semakin siap memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha, sekaligus mendukung visi pemerintah Kabupaten Sidrap dalam mendorong transformasi digital di sektor UMKM. (*)











