Sidrap – Mahasiswa kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 114 melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Polewali, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), dengan memperkenalkan sebuah inovasi produk ramah lingkungan berupa sabun fermentasi berbasis eco enzym.
Kegiatan inovasi pembuatan sabun fermentasi ini dilaksanakan pada Minggu, 3 Agustus 2025 dan dihadiri warga Desa Polewali. Hal ini disampaikan mahasiswa KKN Tematik, inisiator kegiatan, Nurmia Bakri dalam keterangannya pada Kamis (7/8/2025).
Nurmia mengatakan, pelaksanaan kegiatan inovasi pembuatan sabun fermentasi ramah lingkungan berbasis eco enzym ini dilatar-belakangi oleh kebutuhan akan produk rumah tangga yang tidak hanya efektif, tetapi juga aman bagi lingkungan.
“Sabun fermentasi ini dibuat dari eco enzym, yaitu cairan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah, sisa sayuran, dan gula merah,” ujar Nurmia.
Pembuatan sabun fermentasi ini menurut Nurmia, menggunakan eco enzym dengan pemanfaatan Methyl Ester Sulfonate (MES) sebagai bahan aktif pembersih. Selanjutnya ia menjelaskan tentang eco enzym dan MES.
“Eco enzym dikenal memiliki sifat antibakteri, anti jamur, dan mampu menguraikan lemak serta kotoran secara alami. Untuk meningkatkan daya cuci sabun tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, ditambahkan MES, yaitu surfaktan berbahan dasar minyak nabati yang lebih ramah lingkungan dan mudah terurai secara hayati (biodegradable) dibandingkan bahan kimia sintetis seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS),” jelasnya.
“Sedangkan Methyl Ester Sulfonate (MES) adalah surfaktan anionik yang terbuat dari metil ester minyak nabati, seperti minyak kelapa sawit. MES banyak digunakan dalam produk pembersih, terutama deterjen, karena sifatnya yang biodegradable, efektif dalam air sadah, dan relatif ramah lingkungan,” tambahnya.
Lanjut Nurmia mengatakan bahwa kegiatan inovasi ini, tidak hanya berfokus pada pembuatan produk, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Polewali tentang pentingnya mengelola limbah rumah tangga menjadi eco enzym, selanjutnya menjadi bahan pembuatan sabun, serta memberikan pemahaman potensi ekonomi sabun fermentasi yang terbuat dari produk ramah lingkungan.
Nurmia lebih jauh menjelaskan, penerapan ilmu pengetahuan yang dilaksanakan, diinovasi oleh mahasiswa KKN melalui pelatihan dan praktik langsung sebagai wujud nyata misi Unhas, warga diajak untuk membuat sabun fermentasi sendiri sebagai bentuk pemberdayaan dan peningkatan keterampilan masyarakat pedesaan.
“Program ini merupakan wujud nyata dari misi KKN Tematik Unhas Gelombang 114, dalam menerapkan ilmu pengetahuan berbasis teknologi tepat guna yang dapat diadopsi oleh masyarakat pedesaan,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Ketua PKK Desa Polewali, Rara Drastian menilai positif kegiatan inovasi ini. Dirinya terkesan dan berharap, akan tercipta perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus berharap produk sabun fermentasi ini dapat membuka peluang ekonomi baru bagi warganya.
“Saya sangat terkesan dengan inovasi sabun fermentasi ini, tidak hanya bagus untuk lingkungan tetapi juga wanginya sangat segar! Ini adalah contoh nyata bagaimana teknologi dapat membantu kita hidup lebih hijau dan sehat.” Tutur Rara Drastian. (Hasniar)











