Mahasiswa KKN Tematik Unhas 114 di Desa Padangloang Alau Sidrap Gelar Sosialisasi dan Demonstrasi Pembuatan Lubang Resapan Biopori

Pelaksanaan program kerja mahasiswa KKN Tematik Inovasi Pengembangan Desa Unhas Gelombang 114, sosialisasi dan demonstrasi pembuatan lubang resapan biopori di Desa Padangloang Alau, Kecamatan Dua Pitue, Kab. Sidrap, pada Minggu (27/7/2025). (Foto: Hasniar/ Ist.)

Sidrap – Mahasiswa KKN Tematik Inovasi Pengembangan Desa Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 114 sukses gelar sosialisasi dan demonstrasi pembuatan lubang resapan biopori sebagai upaya dalam mengurangi genangan air.

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2025, di Desa Padangloang Alau, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dalam upaya memberikan sumbangsih nyata Unhas melalui KKN Tematik mahasiswa terhadap kemajuan inovasi di desa. Hal ini diungkapkan oleh Pandi Sahar Kordinator posko KKN Tematik Unhas Gelombang 114 Desa Padangloang Alau pada Rabu (30/7/2025).

“Mahasiswa KKN Tematik Gelombang 114 dari Universitas Hasanuddin menyelenggarakan program kerja berupa Sosialisasi dan Demonstrasi Pembuatan Lubang Resapan Biopori,” ungkap Pandi Sahar

Program ini bertujuan untuk membantu mengurangi masalah genangan air yang sering terjadi di wilayah setempat.

Baca Juga  Mahasiswa KKN Tematik Unhas 114 Laksanakan Program Digibrand di Desa Lotang Salo Pinrang

“Melalui program ini, mahasiswa berharap dapat memberikan solusi yang berkelanjutan bagi masyarakat desa dalam mengelola air secara lebih efektif,” jelasnya.

“Program ini merupakan bagian dari misi Universitas Hasanuddin dalam memberdayakan masyarakat desa melalui pendekatan ilmiah dan inovatif yang aplikatif,” tambahnya.

Sebelum kegiatan dilaksanakan, menurut Pandi Sahar, dirinya bersama mahasiswa teman seposkonya telah melakukan observasi terlebih dahulu dan menjumpai beberapa wilayah yang rawan tergenang apabila musim hujan tiba. Untuk mengatasi hal ini, dari hasil diskusi, mahasiswa berinisiatif membuat lubang resapan biopori guna menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Lubang resapan biopori tidak hanya berfungsi sebagai saluran air untuk mencegah genangan dan banjir, tetapi juga menjadi tempat pembusukan alami limbah organik yang dapat menghasilkan kompos berkualitas tinggi,” imbuhnya.

Baca Juga  Mahasiswa KKN-T Unhas 114 Sosialisasi dan Pelatihan Aquaponik di Desa Biangloe Bantaeng

Kompos ini nantinya bisa digunakan untuk menyuburkan tanaman hortikultura, tanaman pangan, maupun tanaman pekarangan, sehingga mendukung konsep pertanian organik yang berkelanjutan.

Kegiatan Sosialisasi dan Demonstrasi ini melibatkan partisipasi aktif dari Masyarakat Desa Padangloang Alau dan aparat Desa

Dalam kegiatan ini, mahasiswa memberikan edukasi mengenai manfaat lubang resapan biopori, alat dan bahan yang diperlukan, cara pembuatannya, cara perawatan dan perlindungan lubang resapan bioporinya, hingga proses pengomposan yang sederhana namun efektif.

Praktik langsung dilakukan di halaman rumah warga desa yang terdampak genangan dan banjir.

Melalui program ini, diharapkan masyarakat memiliki pemahaman dan keterampilan baru dalam memanfaatkan sampah organik rumah tangga menjadi sesuatu yang bernilai guna.

Selain itu, peningkatan kesadaran dari warga Padangloang Alau akan pentingnya lingkungan yang sehat sangat penting bagi keberlanjutan desa.

Baca Juga  Menghadiri Reuni V PPGT Nonongan Madandan, Ini Harapan Wabup Toraja Utara

Kepala Desa Padangloang Alau, M. Dais Labanci, S.Pd., melalui Kepala Seksi Kesejahteraan, Jumardi, S.E., menyambut baik dan menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan program pembuatan lubang resapan biopori di desanya.

Ia menilai program ini sejalan dengan upaya pemerintah desa dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan berbasis kearifan lokal.

Jumardi juga berharap agar praktik biopori yang telah diperkenalkan oleh mahasiswa KKN ini dapat terus diterapkan dan dikembangkan secara lebih luas oleh masyarakat sebagai langkah nyata menuju desa yang lebih produktif, sehat, dan ramah lingkungan.

“Dengan terlaksananya kegiatan ini, mahasiswa KKN Unhas telah menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung pembangunan desa yang inovatif, produktif, dan berwawasan lingkungan,” tutur Jumardi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *