Pinrang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 114 Universitas Hasanuddin (Unhas), membuat Peta Administrasi dan Peta Tutupan Lahan Desa Maritengngae, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang.
Kegiatan penyerahan peta ini dilaksanakan pada Selasa 29 Juli 2025. Pembuatan peta ini menunjukkan kontribusi nyata Unhas bagi masyarakat desa. Hal ini diungkapkan Muhammad Nur Halis, mahasiswa KKN Tematik Desa Maritengngae inisiator kegiatan pada Senin (11/8/2025).
Muhammad Nur Halis, yang juga mahasiswa program studi Teknik Pertambangan, mengatakan telah menyelesaikan program kerja inovatif berupa pembuatan Peta Digitalisasi Tata Ruang. Peta yang dihasilkan ini, bukan sekadar representasi gambaran wilayah, namun juga dirancang sebagai media informasi terpadu.
“Peta Administrasi menampilkan batas wilayah desa, dusun, serta jaringan jalan dan infrastruktur utama, sementara Peta Tutupan Lahan memberikan gambaran detail penggunaan lahan seperti area permukiman, persawahan, perkebunan, hutan, hingga lahan kosong,” ungkap Muhammad Nur Halis.
Ia juga mengatakan, data ini diolah dengan teknologi pemetaan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) sehingga menghasilkan informasi yang akurat dan mudah dipahami.
Keistimewaan dari peta ini, menurutnya, terletak pada integrasi teknologi digital melalui barcode atau QR Code yang dicetak langsung pada peta.
“Dengan memindai kode tersebut menggunakan smartphone, masyarakat dapat mengakses peta secara online kapan saja dan di mana saja, tanpa harus bergantung pada dokumen cetak,” ujarnya.
“Fitur ini diharapkan memudahkan perangkat desa, pelaku usaha, maupun masyarakat umum dalam mendapatkan data spasial terkini, terutama untuk perencanaan pembangunan, pengelolaan lahan, dan administrasi wilayah,” tambahnya.
Tujuan utama dari program kerja ini adalah untuk memberikan kemudahan akses informasi geografis kepada pemerintah desa dan masyarakat.
“Dengan adanya peta ini, diharapkan proses perencanaan pembangunan desa dapat lebih terarah, efisien, dan berbasis data aktual. Integrasi barcode juga memudahkan penyebaran informasi secara cepat dan praktis,” bebernya.
Kepala Desa Maritengngae, Syamsul Taju, pada kesempatan ini, mengapresiasi penuh, upaya mahasiswa KKN Tematik 114, dalam kegiatan ini. Ia menilai peta digital yang terhubung melalui barcode, menjadi terobosan penting dalam tata kelola wilayah, khususnya di era digital.
“Peta ini bukan hanya bermanfaat untuk dokumentasi, tapi juga menjadi alat strategis untuk perencanaan pembangunan desa ke depan,” ujar Kepala Desa.
Kepala Desa Syamsul Taju, mengakui program ini, menjadi wujud nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun desa, cerdas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Dengan adanya peta digital Desa Maritengngae, diharapkan langkah-langkah pembangunan, pemantauan lingkungan, dan pengelolaan sumber daya dapat dilakukan secara lebih transparan, akurat, dan berkelanjutan,” pungkas Syamsul Taju. (*)











