Sidrap – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 114 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja bertajuk ‘Pelatihan dan Pembuatan Lubang Resapan Biopori untuk Produksi Kompos dalam Upaya Meningkatkan Produktivitas dan Pemanfaatan Lahan Berbasis Pertanian Organik’.
Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Dongi, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), pada Jumat (18/7/2025).
Program kerja pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari misi Unhas dalam memberdayakan masyarakat desa melalui pendekatan ilmiah dan inovatif yang aplikatif, sebagai bentuk kontribusi nyata Unhas dalam pengembangan inovasi desa.
Pemilihan program kerja ini menurut mahasiswa KKN inisiator kegiatan, Hasniar, bersama teman KKN sedesanya, melihat potensi besar dalam pengelolaan limbah organik dan pemanfaatan lahan di Desa Dongi yang belum tergarap secara optimal. Potensi pengembangan limbah organik yang dimaksud adalah dengan pembuatan biopori memproduksi kompos.
“Metode biopori dipilih sebagai solusi praktis dan ramah lingkungan dalam mengelola limbah organik,” terangnya.
Hasniar menjelaskan, lubang resapan biopori tidak hanya berfungsi sebagai saluran air untuk mencegah genangan dan banjir, tetapi juga menjadi tempat pembusukan alami limbah organik yang dapat menghasilkan kompos berkualitas tinggi, menyuburkan tanaman.
“Kompos ini nantinya bisa digunakan untuk menyuburkan tanaman hortikultura, tanaman pangan, maupun tanaman pekarangan, sehingga mendukung konsep pertanian organik yang berkelanjutan,” jelasnya.
Kegiatan pelatihan ini melibatkan partisipasi aktif dari dua kelompok tani binaan desa, yaitu Kelompok Tani Dusun 1 dan Dusun 2.
Praktik langsung dilakukan di lahan desa. Melalui program ini, masyarakat nantinya memiliki pemahaman dan keterampilan baru dalam memanfaatkan sampah organik rumah tangga menjadi sesuatu yang bernilai guna.
Dalam kegiatan ini, selain praktik langsung, juga diberikan edukasi mengenai manfaat lubang biopori, cara pembuatannya, hingga proses pengomposan yang sederhana namun efektif.
Edukasi lainnya, peningkatan kesadaran lingkungan dan efisiensi pemanfaatan lahan menjadi nilai tambah yang sangat penting bagi keberlanjutan desa.
Terkait kegiatan ini, Kepala Desa Dongi, Sulaeman Malle menyambut baik dan menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan program pembuatan lubang resapan biopori di desanya, sebagai salah satu inovasi dalam pengembangan pertanian.
“Program ini sejalan dengan upaya pemerintah desa dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan berbasis kearifan lokal,” ungkap Kepala Desa Dongi.
Kepala Desa Sulaeman Malle berharap agar praktik biopori yang telah diperkenalkan oleh mahasiswa KKN ini dapat terus diterapkan dan dikembangkan secara lebih luas oleh masyarakat sebagai langkah nyata menuju desa yang lebih produktif, sehat, dan ramah lingkungan.
“Dengan terlaksananya kegiatan ini, mahasiswa KKN Unhas telah menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung pembangunan desa yang inovatif, produktif, dan berwawasan lingkungan,” pungkasnya. (Hasniar)











