Konsultasikan Dukungan Kemanusiaan untuk Palestina, Pemerintah Indonesia Tegaskan Penolakan Relokasi Warga Gaza

Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan keterangannya setelah Jamuan Makan Malam Kenegaraan di Kompleks Istana Kepresidenan Turkiye, pada Kamis (10/4/2025). (Foto: BPMI Setpres/Ist.)

Ankara – Pemerintah Indonesia tengah mengintensifkan upaya diplomatik dan kemanusiaan di kawasan Timur Tengah, khususnya dalam menyikapi perkembangan situasi di Palestina.

Hal ini menjadi salah satu fokus utama dalam kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke sejumlah negara di kawasan tersebut, termasuk Turki, Persatuan Emirat Arab (PEA), Mesir, Qatar, dan Yordania.

Baca Juga  Presiden Prabowo Lantik 961 Kepala Daerah

Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa kunjungan Presiden Prabowo tidak hanya bersifat bilateral, tetapi juga dimaksudkan untuk melakukan konsultasi mendalam terkait situasi geopolitik dan kondisi kemanusiaan di Palestina.

“Beliau melawat melakukan kunjungan kenegaraan ke beberapa negara di kawasan ini, kawasan Timur Tengah dan Turkiye, dalam rangka untuk berkonsultasi mengenai situasi geopolitik dan juga isu-isu lain,” ujar Sugiono kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan Turkiye, pada Kamis (10/4/2025).

Baca Juga  Jalan Beton Amblas di Alu, Dump Truk Terjun ke Jurang Sedalam 70 Meter

Indonesia menegaskan posisi konsisten dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina dan menolak segala bentuk relokasi paksa terhadap warga Gaza.

Menlu Sugiono menegaskan bahwa langkah-langkah kemanusiaan yang tengah dipertimbangkan oleh Indonesia bersifat sukarela dan harus berdasarkan persetujuan semua pihak yang terlibat.

Baca Juga  Bahas Kemandirian Energi dan Subsidi Tepat Sasaran, Presiden Prabowo Gelar Rapat Internal

“Dari awal juga kami sudah menyampaikan dari Kementerian Luar Negeri bahwa Indonesia tidak setuju dengan upaya relokasi paksa warga Gaza under any pretext, dalam bentuk apapun. Semua ini dilakukan harus suka rela dan dengan persetujuan dari semua pihak yang ada di Palestina,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *