Daerah  

Kejayaan JERMAN di Luwu Utara Ingin Dikembalikan, Kok Bisa?

Jeruk malangke
Kepala Bidang Hortikultura pemkab Luwu Utara Jalaluddin Dalami, S.Pt, MP bersama Bupati Luwu Utara Indah.

LUWU UTARA, Pemerintah kabupaten Luwu Utara konsisten untuk mengembalikan kejayaan jeruk malangke (JERMAN) sebagai komoditi pertanian yang potensial untuk meningkatkan perekonomian warga.

Untuk mendorong hal tersebut, Djalaluddin Dalami, S.Pt. MP atau akrab disapa DJ Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Utara mengangkat sebagai Aksi perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Administratur di PPSDM Kemendagri Regional Makassar 2024.

Sebagai tahap awal aksi perubahan tersebut, dilaksanakan FGD (focus Grup Discussion) yang fokus untuk Penyusunan Pedoman Good Agricultural Practice (GAP) Budidaya Jeruk Malangke. FGD dilaksanakan Selasa 23 Juli 2024 lalu di Warkop Dg Azis Masamba, dihadiri sekitar 26 stakeholder dan pemerhati Jeruk Malangke atau JERMAN.

Baca Juga  Bupati Luwu Utara Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Terkendali Jelang Idulfitri

Motivasi Dj mengangkat jeruk Jerman agar tersedianya pedoman dalam budidaya tanaman Jeruk Malangke yang sesuai dengan Standar GAP (Good Agricultur Practice).

Selain itu untuk mewujudkan adanya peningkatan pemahaman ilmu dan pengetahuan tentang Tatacara budidaya tanaman jeruk yang baik dan benar. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah terwujudnya pengendalian dan penangulangan hama dan penyakit tanaman pada jeruk Malangke secara optimal.

Sementara itu manfaat untuk kalangan pemerhati JERMAN (jeruk malangke) kata DJ adalah terjadi peningkatan kinerja Pemerintah Daerah Luwu Utara.dan  menjadi masukan bagi pemangku kepentingan dalam pengembangan JERMAN di Luwu Utara,” katanya.

“Dengan penerapan GAP diharapkan tanaman jeruk yang dihasilkan bermutu  baik dan aman dikonsumsi serta bebas dari hama dan penyakit, produksi dan produktifitas yang tinggi, ramah lingkungan, sehingga tanaman Jeruk di kecamatan Malangke dapat berkembang dan berjaya kembali,” tambahnya.

Baca Juga  Bupati Luwu Utara Temui Dandim 1403 Sawerigading, Bahas Kolaborasi Pembangunan Daerah

Merespon Aksi Perubahan dari Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Luwu Utara tersebut, Dr. Naima Haruna S.P.,MP Dekan Fakultas Pertanian Universitas Andi Djemma Palopo (UNCP)  mengapresiasi dan memberikan dukungan.

“UNCP mendukung program kembalinya kejayaan jeruk  malangke, dan memasukkan mata kuliah tanaman jeruk sebagai komoditi unggulan,”. Tegasnya.

Ditambahkan juga oleh Dr. Taruna Shafa Arzam AR., S.P., M.Si, salah seorang Peneliti Jeruk dari UNCP Palopo  perlu dilakukan kajian Roadmap pengembangan jeruk malangke dan mengembangkan plasma nutfah varietas jeruk siam malangke salah satunya dengan kultur organ (KUOR)

Baca Juga  Dorong Ketahanan Pangan, Pemda Luwu Utara-BSI Siap Bersinergi

Sementara itu, Safaruddin, SP. MP Dosen Fakutas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo memberikan warning kepada Dinas Pertanian Luwu Utara agar memperhatikan faktor pendukung pengembangan  jeruk malangke.

“Perhatikan asal bibit dan jangan dipaksakan ditanam tanpa melihat kondisi tanah dan kondisi  pertanaman,” tutupnya.

FGD penyusunan GAP Budidaya JERMAN ini tersebut dibuka oleh I Made Sudana, SP Kepala Dinas Pertanian Luwu Utara yang juga dihadiri oleh perwakilan Bapperida, DP2KUKM, DKP, Camat Malangke Mursalim, SIP, Petugas POPT, Pengawas Benih BPSB Sulsel, Penyuluh Pertanian, petani Milenial, dan petani Jeruk Malangke.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *