Kampus  

Mahasiswa KKN Unhas 115 Dampingi UMKM Desa Bonto Majannang Bantaeng Adopsi QRIS

Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 115 melaksanakan pendampingan pembuatan dan penggunaan QRIS bagi UMKM Desa Bonto Majannang, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, pada Selasa (20/1/2026). (Foto: Caesilia/ Ist.)

Bantaeng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 Tematik Inovasi Daerah melaksanakan program kerja bertajuk Pendampingan Pembuatan dan Penggunaan QRIS bagi UMKM Desa Bonto Majannang dalam upaya percepatan adopsi digitalisasi pembayaran.

Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan di Desa Bonto Majannang, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, selama 2 hari tanggal 19-20 Januari 2026, dengan menyasar enam pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Tujuan dari program pendampingan ini, untuk membantu pelaku UMKM dalam mengenal, membuat, dan menggunakan QRIS sebagai sistem pembayaran digital non-tunai dalam aktivitas usaha sehari-hari.

“Mahasiswa KKN Unhas mendampingi pelaku UMKM secara langsung, mulai dari pengenalan QRIS, proses pendaftaran, hingga praktik penggunaannya dalam transaksi,” ujar mahasiswa KKN pelaksana program, Caesilia Nofebriyanti Gena, Senin (2/2/2026).

Baca Juga  Mahasiswa KKN Tematik Unhas 114 Dorong Digitalisasi Desa melalui Pelatihan Dashboard Data di Desa Lampoko Barru

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan bimbingan teknis dan latihan langsung agar pelaku UMKM dapat memahami manfaat QRIS serta mengoperasikannya secara mandiri. Antusiasme peserta terlihat selama proses pendampingan berlangsung.

“Pelaku UMKM menyambut baik kegiatan ini dan aktif mengikuti setiap tahapan pendampingan,” tambah Caesilia.

Caesilia, mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas ini, juga menjelaskan bahwa masih banyak pelaku UMKM di Desa Bonto Majannang yang belum memanfaatkan sistem pembayaran digital akibat keterbatasan informasi dan pemahaman teknis.

Baca Juga  Serba-serbi KKN-T 113 Unhas: Posko Karelayu Buat Website Desa Untuk Promosi dan Informasi

Para pelaku UMKM yang sudah mendapatkan pendampingan mahasiswa dan telah memanfaatkan QRIS, menilai penggunaan QRIS memberikan berbagai manfaat, seperti kemudahan dan kecepatan transaksi, peningkatan keamanan pembayaran, serta membantu pencatatan keuangan usaha menjadi lebih rapi dan efisien.

Salah seorang pelaku UMKM yang mengikuti pendampingan, Selvi, mengaku bahwa penggunaan QRIS memberikan manfaat nyata bagi usahanya.

“Dengan adanya QRIS, transaksi menjadi lebih mudah dan praktis, terutama bagi anak-anak muda yang sudah terbiasa menggunakan pembayaran non-tunai. Kami juga merasa lebih aman dan terbantu dalam pencatatan keuangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Pemerintah Desa Bonto Majannang turut mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKN Unhas tersebut.

Baca Juga  Mahasiswa Unhas Gelar Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring di Desa Benteng Maros

Jamal, salah seorang staf desa, menilai program pendampingan ini sangat bermanfaat bagi pengembangan UMKM di tingkat desa.

“Kami mengapresiasi mahasiswa KKN yang telah membantu pelaku UMKM Desa Bonto Majannang dalam mengenal dan menggunakan sistem pembayaran digital. Program seperti ini sangat mendukung upaya pemerintah desa dalam mendorong digitalisasi ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Melalui program pendampingan ini, enam UMKM yang telah mendapatkan bimbingan diharapkan dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lainnya dalam memanfaatkan teknologi digital guna meningkatkan daya saing dan kualitas usaha di Desa Bonto Majannang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *