Sidrap – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 114 posko Kelurahan Empagae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), melaksanakan program pemanfaatan lahan pekarangan melalui penanaman Tanaman Obat Keluarga (Toga) terpadu dengan pembuatan lubang biopori.
Program ini bertujuan mewujudkan dan mengembangkan pekarangan yang produktif, ramah lingkungan, sekaligus menjadi langkah pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan dilaksanakan pada Rabu 6 Agustus 2025, di lahan SMP Negeri 4 Maritenggae. Kegiatan ini diikuti oleh warga setempat ibu-ibu peserta Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 15 orang. Hal ini diungkapkan Muhammad Supardi, koordiantor posko KKN Tematik Unhas gelombang 114 Kelurahan Empagae dalam keterangannya pada Senin (11/8/2025).
Supardi mengatakan, kegiatan dimulai dengan pemberian edukasi mengenai manfaat Toga, seperti jahe, kunyit, serai, dan tanaman herbal lainnya, yang dapat digunakan sebagai obat alami sekaligus menambah estetika lingkungan.
Warga juga diajak membuat lubang biopori sebagai upaya mengurangi genangan air, meningkatkan resapan tanah, dan mengubah sampah organik menjadi kompos.
“Kami ingin masyarakat bisa memanfaatkan lahan pekarangan secara maksimal, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Muhammad Supardi
Lurah Empagae, Hj. Nurhayati, S.Sos., pada kesempatan ini menyambut positif program mahasiswa KKN. Menurutnya, kombinasi Toga dan biopori merupakan inovasi sederhana yang bermanfaat ganda.
“Selain menghasilkan tanaman bermanfaat, biopori juga membantu mengurangi limbah organik rumah tangga dan mencegah banjir,” ungkap Lurah Nurhayati
Selanjutnya Lurah Nurhayati mengharapkan program ini berkelanjutan dapat menjadi contoh bagi desa lain dalam mengelola lahan pekarangan secara produktif, sehat, dan berkelanjutan.
“Dengan melibatkan langsung masyarakat, kami optimistis manfaat dari program ini akan terus dirasakan meskipun masa KKN telah berakhir,” tutur Lurah Empagae Nurhayati. (Irma)











