Mahasiswa KKN Tematik Unhas 114 di Desa Mattirotasi Sidrap Sosialisasi dan Psikoedukasi Literasi Digital Pada Orang Tua

Mahasiswa KKN Tematik Unhas Gelombang 114 melaksanakan sosialisasi dan psikoedukasi literasi digital pada orang tua di Dusun Kamirie, Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, Rabu (40/7/2025). (Foto: Andi Nasywa/ Ist.)

Sidrap – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 114, telah melaksanakan sosialisasi dan psikoedukasi literasi digital pada orang tua di Dusun Kamirie, Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu 30 Juli 2025, berlangsung secara santai di bawah rumah warga yang dihadiri oleh ibu-ibu setempat sebagai target populasi pelaksanaan program kerja. Hal ini dikabarkan inisiator kegiatan, Andi Nasywa Fatimah dalam keterangannya pada Sabtu (2/8/2025).

Menurut Andi Nasywa, di tengah derasnya arus informasi dan konten yang tersedia di internet, kehadiran ibu sebagai pendamping aktif sangat penting untuk mengarahkan anak pada penggunaan teknologi yang sehat dan bijak. Untuk itu ibu-ibu dipilih sebagai sasaran sosialisasi dan psikoedukasi.

“Ibu-ibu dengan anak dengan label kelahiran Generasi Alpha (kelahiran 2010-2024) dipilih sebagai sasaran program kerja ini dengan pertimbangan bahwa peran mereka krusial dalam membersamai tumbuh kembang anak di era digital,” ujarnya.

Baca Juga  Penyaluran BLT Dana Desa Bulan Oktober dan November di Desa Bacu

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini terdiri dari dua sesi utama. Sesi pertama diisi dengan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat) mengenai dunia digital bagi anak. Dan sesi kedua psikoedukasi yang membahas sisi baik dan buruk dari internet.

“Di sesi pertama, melalui diskusi bersama, para peserta berhasil mengidentifikasi bahwa dunia digital memiliki kekuatan sebagai sarana pembelajaran dan kreativitas melalui permainan digital. Peserta juga menyadari adanya kelemahan dan ancaman seperti konten tidak senonoh serta resiko misinformasi yang dapat berdampak fatal terhadap perkembangan mental anak,” ungkap Andi Nasywa.

Baca Juga  Mahasiswa KKN Tematik Unhas 114 di Desa Lotang Salo Pinrang Gelar Sosialisasi Budidaya Ikan Dalam Ember

Lanjut Andi Nasywa menjelaskan, pada sesi kedua dilanjutkan dengan psikoedukasi yang membahas sisi baik dan buruk dari internet.

“Sisi baiknya meliputi manfaat dunia digital sebagai media belajar, berkomunikasi, dan menyalurkan kreativitas anak. Sementara sisi buruknya mencakup maraknya hoaks, konten yang tidak layak, hingga risiko perkembangan anak yang terhambat akibat penggunaan gawai tanpa pendampingan,” jelasnya.

“Dalam sesi ini, ditekankan pula pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak, mulai dari membangun komunikasi terbuka, menetapkan batasan waktu layar (screentime), hingga melakukan pengawasan konten secara aktif,” tambahnya.

Kordinator desa mahasiswa KKN gelombang 114 posko Desa Mattirotasi, Dev Danesta Lase, yang turut hadir pada kegiatan ini, memberikan dukungannya terhadap pentingnya pelaksanaan program ini.

“Kegiatan seperti ini sangat relevan dengan tantangan zaman, terutama peran orang tua dalam mendampingi anak-anak di desa menghadapi dunia digital yang semakin kompleks,” imbuhnya.

Baca Juga  Mahasiswa KKN-T Unhas 114 Gelar Edukasi Gizi dan Pemberian PMT di Desa Bonto Manurung Maros

Sementara itu, Ketua PKK Desa Mattirotasi, Yusliani, menyatakan pelaksanaan program kerja ini, mudah dipahami dan suasananya interaktif.

“Penyampaian materi yang santai dan komunikatif membuat isi psikoedukasi terasa ringan namun tetap mendalam, sehingga para peserta mudah memahami dan terlibat secara aktif dalam diskusi,” tutur Ibu Desa Yusliani.

Andi Nasywa di akhir keterangannya, menegaskan pentingnya memahami dunia digital, Oleh karena itu, pemahaman orang tua terhadap dinamika dunia digital menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan teknologi yang sehat bagi anak-anak.

“Dunia digital ibarat pisau bermata dua, sangat bermanfaat jika digunakan dengan bijak, tetapi bisa berbahaya jika dibiarkan tanpa arahan,” pungkasnya. (Andi Nasywa Fatimah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *