Sidrap – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Hasanuddin (Unhas) gelombang 114 melaksanakan kegiatan Sosialisasi Re-Branding UMKM, sebagai upaya meningkatkan daya saing produk UMKM di Desa Polewali, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2025, berlangsung di Poskedes Desa Polewali, dihadiri oleh Masyarakat desa, serta pelaku UMKM. Hal ini disampaikan Nursyamsi Muhiddin, inisiator kegiatan dalam keterangannya pada Senin (11/8/2025).
Nursyamsi mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM desa di tengah era digitalisasi yang semakin maju. Menyadari hal ini, bersama teman KKN berinisiatif melaksanakan kegiatan re-branding.
“Alasan memilih kegiatan ini, karena UMKM di Desa Polewali penting melakukan re-branding sebagai upaya strategis meningkatkan daya saing produksi lokal dalam menghadapi tantangan pasar global yang semakin kompetitif,” ujar Nursyamsi.
Dengan pemanfaatan teknologi digital, yakni re-branding UMKM di Desa Polewali, diharapkan dapat mengoptimalkan pemasaran produk, memperbaiki manajemen usaha, serta mengakses lebih banyak peluang pasar.
Dalam pelaksanaan sosialisasi re-branding, mahasiswa KKN Tematik memberikan pengetahuan dasar kepada pelaku UMKM mengenai strategi pemasaran digital, penggunaan platform online, hingga peningkatan kualitas produk untuk memenuhi standar pasar modern. Hal ini menjadi bagian dari upaya pengembangan desa yang berkelanjutan, menyesuaikan dengan tren ekonomi digital yang berkembang cepat.
“Re-branding bukan hanya sekadar mengganti logo atau kemasan, tetapi merupakan transformasi menyeluruh yang mencakup inovasi produk, branding digital, hingga penguatan nilai tambah yang relevan dengan kebutuhan konsumen modern,” jelasnya.
“Re-Branding juga sebuah inovasi yang memperbarui dan mengelompokkan kembali kategori UMKM berdasarkan potensi dan tantangan terkini, menyesuaikan tren perkembangan ekonomi” lanjutnya.
Lanjut Nursyamsi mengatakan bahwa sosialisasi re-branding UMKM ini, merupakan sebuah inovasi yang memperbarui dan mengelompokkan kembali kategori UMKM berdasarkan potensi dan tantangan terkini.
Salah seorang peserta sosialisasi, Nursyam, sekaligus pelaku UMKM, menyambut baik kegiatan ini, dirinya mengatakan bahwa program re-branding ini sangat membantu meningkatkan pemahaman tentang pentingnya citra produk yang kuat di era digital.
“Sosialisasi ini membuka mata saya bahwa selain kualitas produk, cara kita mengenalkan dan memasarkan produk secara digital sangat menentukan keberhasilan usaha. Saya jadi lebih percaya diri untuk mengoptimalkan media sosial dan memperbarui kemasan produk,” ujar Nursyam.
Ia menilai dan berharap, melalui program ini, UMKM Desa Polewali mampu bangkit dan berkembang serta memberikan peluang usaha baru yang adaptif terhadap perubahan zaman.
“Sosialisasi yang dilakukan mahasiswa KKN 114 Unhas ini diharapkan menjadi model pengembangan desa di era digitalisasi, memberdayakan masyarakat dengan pendekatan teknologi dan inovasi,” tuturnya. (*)











