Mahasiswa KKN Tematik Literasi Perpusnas Unhas Gelombang 114 Laksanakan Kunjungan Literasi Ke SD dan SMP Desa Lembangloe

Kunjungan mahasiswa KKN Tematik Literasi Perpusnas Unhas Gelombang 114 di SD Inpres Tanaberu dan di SMPN 8 Biringbulu Satap Tanaberu, tanggal 21 Juli 3025 hingga 26 Juli 2025. (Foto: Nur Dzakira Sahbani/ Ist.)

Gowa – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Perpustakaan Nasional (Perpurnas) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 114 di Desa Lembangloe, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil melaksanakan program kerja kunjungan literasi perpurnas ke sekolah SD dan SMP.

Kunjungan ini dilaksanakan di dua sekolah, yaitu SD Inpres Tanaberu selama empat hari dan SMPN 8 Biringbulu Satap Tanaberu selama dua hari, pada tanggal 21 Juli hingga 26 Juli 2025. Hal ini disampaikan Kordinator Desa mahasiswa KKN Tematik Unhas Gelombang 114 Desa Lembangloe, Farraz Arthariva Putra dalam keterangannya, Minggu (27/7/2025).

Baca Juga  Rivan A. Purwantono: Tak Hanya Tol, Jalur Arteri Jadi PerhatianKhusus dalam Pengelolaan Mudik Nataru

Farraz menyampaikan program ini bertujuan membangun fondasi literasi kuat di SD dan SMP, untuk meningkatkan minat baca dan pemahaman literasi di kalangan siswa, serta mengedukasi mereka tentang isu-isu penting melalui pendekatan literasi.

“Membangun fondasi literasi kuat di Sekolah Dasar dan Menengah Desa Lembangloe,” ungkap Farraz.

Baca Juga  Upaya Pencegahan Stunting, Ini Mahasiswa KKN-T 113 Unhas Posko Lapadde Lakukan

Di SD Inpres Tanaberu, kegiatan literasi dilaksanakan selama empat hari menurutnya mahasiswa berupaya meningkatkan imajinasi, minat belajar.

“Bagi adik-adik kelas 1-3, mahasiswa berupaya memupuk imajinasi mereka dengan membacakan cerita pendek yang seru, disusul diskusi kecil yang memancing keceriaan dan rasa ingin tahu. Sementara itu, siswa kelas 4-6 diajak menyelami lebih dalam dunia literasi,” ujarnya.

Baca Juga  Mahasiswa KKN Tematik Unhas 114 Gelar Kegiatan Sosialisasi Budidaya Ikan Dalam Ember di Desa Masalo Pinrang

Mereka tak hanya diajari apa itu literasi dan ragam jenisnya, tetapi juga dibimbing langkah demi langkah cara menulis cerita yang baik dan benar.

“Setiap siswa mendapat tantangan untuk menuliskan kisah pengalaman pribadi mereka, sebuah latihan berharga untuk mengasah kreativitas,” imbuhnya

“Kemampuan membaca juga tak luput dari perhatian, dimana siswa dilatih membaca cerita dengan intonasi dan ekspresi yang tepat, lalu langsung mempraktikkannya,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *