Ditengah Gempuran Digitalisasi, Radio Harus Adaptif

Ketua KPID Sulsel Irwan Ade Saputra, Plh Kadis Kominfo SP Sulsel Sultan Rakib, Andi Mangara, Nara B. Baskara, dan Muh. Amiruddin, sebagai nara sumber di Rooftop Mall Nipah, Makassar, Sabtu (28/9/2024). (Foto ist.)

Sulsel.99news.id, Makassar –  Media mainstream radio saat ini menjadi media yang megap-megap karena gempuran transformasi digital. Secara drastis masyarakat beralih dari mendengarkan radio ke media handphone atau gadget. Masyarakat hanya mendengarkan radio saat berada dalam kendaraan roda empat.

Atas dasar inilah, insan radio menggelar diskusi “Tune in and get loud” dalam rangka hari radio dengan tema : “Tantangan Radio Dalam Era Digital”. Acara ini diselenggarakan di Rooftop Mall Nipah, Makassar, Sabtu (28/9/2024).

Tampil sebagai narasumber; Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah  (KPID) Sulsel Irwan Ade Saputra, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Kominfo SP) Sulawesi Selatan (Sulsel) Sultan Rakib, Andi Mangara, Nara B. Baskara, dan Muh. Amiruddin.

Baca Juga  Danny Pomanto 61 Tahun: Antara Refleksi, Perjuangan, dan Gugatan Pilgub

Dalam program acara diskusi tersebut yang disiarkan langsung di seluruh radio swasta dan pemerintah di Sulsel bersepakat bahwa radio harus bertranformasi sejalan dengan transformasi digital saat ini.

Sultan dari Diskominfo mengatakan, beda sekarang dengan dulu. Level tertinggi penikmat radio era babyboomer adalah duduk, di sampingnya ada radio, ada kopi dan mereka menjadikan radio sebagai teman. Generasi X level tertingginya sebagai penikmat radio adalah rela antre di telpon umum untuk engagement berkomentar talkshow atau pesan lagu. 

Baca Juga  Jadi Atensi Pj Gubernur Prof Zudan, Pemprov Sulsel Telah Salurkan Bantuan 5 Juta Benih Perikanan

“Sekarang generasi Z, level tertingginya sebagai pendengar radio, saat mereka berada di dalam kendaraan mobil, yang mereka sebut bahwa: oh berita kemarin itu hoax. Artinya apa, gen z banyak terpapar berita hoax di luar, pas dengar radio di mobil mereka sadar bahwa oh lain yang mereka baca dan libat lain mereka dengar. Karena radio adalah media mainstream yang terverifikasi dan terfilter bebas hoax,” jelas Sultan.

Baca Juga  Murid SMPIT DARUL FIKRI MAKASSAR menjadi juara harapan 1 pada Festival Anak Sholeh Tingkat Provinsi

Sementara itu, ketua KPID Sulsel Irwan Ade mengatakan bahwa jika radio mau eksis harus adaptif dengan perkembangan zaman. “Harus digital juga sehingga dimanapun kapan pun kita bisa dengar radio,” ujar Irwan.

Andi Mangara sebagai narasumber dan praktisi radio mengatakan bahwa radio tidak akan mati. “Kita berprinsip dengan lagu dave coz, nothing but radio on,” tutur Andi Mangara. (*)

Sumber Humas Kominfo SP Sulsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *