10 Calon Mahasiswa Baru Difabel Ikuti Tes Wawancara di Unhas

Sulsel.99news.id,Makassar –Pusat Disabilitas telah melakukan penilaian disabilitas dan kemampuan para calon mahasiswa baru dengan disabilitas 2024. Setelah mereka mendaftar secara resmi di akun regpmb Universitas Hasanuddin, kemarin 10 calon telah diwawancarai oleh Dekan/WD dari fakultas masing-masing. Fakultas tersebut di antaranya FISIP, FEB, FIB, FKM, Faperta, dan Fapet.

Banyak upaya dan orang terlibat selama proses ini. Mulai dari tim Pusat Disabilitas dan relawan teman difabel, lalu petinggi Universitas yang turut berkoordinasi agar proses berjalan baik, pihak tenaga-tenaga pendidikan yang membuka ruang lapang untuk terjadinya manuver agar waktu singkat pendaftaran dan wawancara tetap bisa berjalan secara baik, tenang dan akses bagi difabel.

Proses wawancara berlangsung sangat baik, camaba Tuli didampingi Juru Bahasa Isyarat–besar rasa terima kasih kami dengan bantuan dari Kak Chiki dan Enrico yang menjadi Juru Bahasa Isyarat bagi lima camaba Tuli/HoH, camaba dengan autistik dan disabilitas intelektual didampingi orang tua (mengingat diawal interaksi butuh ketenangan dan penyambung komunikasi), dan calon mahasiswa disabilitas fisik tersedia asisten mobilitas. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak RS Unhas untuk pengurusan surat keterangan disabilitas yang akan digunakan dalam pengurusan beasiswa LPDP Adikdifabel (seperti mabadif 2023 )

Baca Juga  Mahasiswa KKN Unhas 115 Perbarui Website Kelurahan Manggala Makassar, Dukung Digitalisasi Layanan Publik

“Besar harapan kami, ke semuanya lulus di tahun ini dan kita bisa menyaksikan 10 camaba difabel dan beberapa difabel lain yang masuk melalui jalur umum dapat mengikuti prosesi PK2MB, Unhas Day dan Balance 2024 ini,” ujar Kepala Pusat Disabilitas, Dr. Ishak Salim di Pusdis kemarin. Target Unhas tahun ini bisa menerima 10 mahasiswa difabel melalui jalur Afirmasi Disabilitas.

Berikut profil singkat para camaba:

Sabilu Rusdy adalah siswa laki-laki berusia 22 tahun yang terdaftar di SLB Negeri 1 Makassar. Ia lahir di Mamuju dan memiliki prestasi di bidang seni, meraih juara 1 dalam kreasi barang bekas. Sabilu mengalami tuli dan memiliki nilai akademis rata-rata 88,6. Ia tertarik untuk melanjutkan studi di Universitas Hasanuddin, khususnya di jurusan Ilmu Sosial.

Hijratul Resky adalah siswa perempuan berusia 18 tahun yang terdaftar di MA Muhammadiyah Palampang. Lahir di Bulukumba, ia dikenal sebagai atlet lari. Hijratul mengalami tuli dan memiliki nilai akademis 8. Ia ingin belajar di Universitas Hasanuddin, terutama dalam bidang Bahasa dan Budaya.

Muhammad Alifarqad Rabbani Bachtiar adalah siswa laki-laki berusia 19 tahun yang terdaftar di SMA Islam Terpadu Nurul Fikri Makassar. Ia lahir di Makassar dan telah menghafal 3 juz Al-Qur’an. Alif didiagnosis dengan autisme dan ADHD, dengan nilai akademis rata-rata 90. Ia berminat untuk melanjutkan studi di Universitas Hasanuddin dalam bidang Ilmu Sosial.

Baca Juga  Rangkaian HUT Sulsel ke-355, Artis Ibukota Siap Hibur Masyarakat di Mandala Festival

Rezki Pangestu Saputra S adalah siswa laki-laki berusia 22 tahun yang terdaftar di SLB B YPPLB Makassar. Ia lahir di Makassar dan meraih juara 4 dalam permainan voli. Rezki juga mengalami tuli, dengan nilai akademis rata-rata 85,27. Ia memiliki minat untuk melanjutkan studi di Universitas Hasanuddin dalam bidang Ilmu Sosial.

Alya Alfitah adalah siswa perempuan berusia 18 tahun yang terdaftar di SMA Negeri 8 Luwu Utara. Lahir di Sorowako, ia meraih juara 1 lomba esai tingkat provinsi. Alya mengalami kesulitan berjalan dan menggunakan kursi roda. Ia memiliki nilai akademis rata-rata 92,38 dan ingin melanjutkan studi di Universitas Hasanuddin di bidang Kesehatan Masyarakat

Andi Muhammad Zulfikar Afdhal adalah siswa laki-laki berusia 18 tahun yang terdaftar di SMA Islam Terpadu Nurul Fikri Makassar. Ia lahir di Makassar dan memiliki keahlian dalam bidang seni. Andi mengalami autisme dan ADHD, dengan nilai akademis rata-rata 90, serta bercita-cita untuk belajar di Universitas Hasanuddin di bidang Teknik.

Megarezki adalah siswa perempuan berusia 19 tahun yang terdaftar di SLB Negeri Barru. Ia lahir di Barru dan memiliki keahlian dalam tata boga serta berbahasa isyarat. Megarezki mengalami tuli, dengan nilai akademis rata-rata 88, dan ingin belajar di Universitas Hasanuddin di bidang Bahasa dan Budaya.

Baca Juga  Mahasiswa KKN Unhas 115 Gelar Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair di Desa Bonto Tiro Bantaeng

Risma Yanti adalah siswa perempuan berusia 19 tahun yang terdaftar di Pondok Pesantren An-Nadhlah Makassar. Lahir di Makassar, ia memiliki keahlian dalam tata rias makeup. Risma mengalami HoS (Hard od speech) ringan, dengan nilai akademis rata-rata 88,81, dan tertarik untuk belajar di Universitas Hasanuddin di bidang Kesehatan Masyarakat.

Muhammad Ilham Arif S adalah siswa laki-laki berusia 20 tahun yang terdaftar di SMA Muhammadiyah 7 Makassar. Lahir di Makassar, ia aktif dalam olahraga futsal. Ilham mengalami kurang pendengaran dan memiliki nilai akademis rata-rata 85,59. Ia bercita-cita untuk belajar di Universitas Hasanuddin di bidang Ilmu Pertanian.

Ririn Ramadhani Caturmulya Putri adalah siswa perempuan berusia 18 tahun yang terdaftar di SLB Negeri 1 Makassar. Lahir di Watampone, ia memiliki minat dalam ilmu pertanian. Ririn mengalami tuna grahita ringan, dengan nilai akademis rata-rata 79,23, dan ingin belajar di Universitas Hasanuddin di bidang Ilmu Pertanian dan Kehutanan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *