Perubahan iklim menurut Ayi, tidak dapat dicegah, namun beberapa langkah mitigasi yang dapat dilakukan antara lain: menjaga lingkungan, menyiapkan tempat menyimpan air seperti perbaiki drainase, memelihara pohon pohon, dan jika terjadi sesuatu, pemangku segera mengambil kebijakan.
Dalam menghadapi perubahan iklim, Ayi Sudrajat mengajak masyarakat berbuat memulai dari hal kecil, contohnya jika membangun sebuah rumah agar menyiapkan tempat tinggal air seperti membuat drainase.
“Mulai dari hal kecil, mulai diri sendiri dan mulai dari sekarang,” ajaknya
Terkait menjawab beberapa intisari pertanyaan dari masyarakat pesisir, bagaimana iklim pesisir khususnya barang lompo, adakah cara membaca informasi cuaca secara praktis, bagaimana strategi mitigasi risiko cuaca ekstrim.
Ayi Sudrajat menjelaskan, bahwa masyarakat dapat melihat secara visual, contohnya terlihat awan awan yang tebal, dimana hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya cuaca ekstrim.
“Jika ada awan seperti itu akan terjadi hujan lebat disertai petir, juga dapat menyebabkan gelombang tinggi,” jelasnya.
Lanjut Ayi Sudrajat mengatakan, untuk mendapatkan info dinamika iklim pesisir, cara membaca informasi cuaca secara praktis, serta strategi mitigasi risiko cuaca ekstrem, ia menyarankan untuk mengakses dan melihat info BMKG.
Menurut Ayi Sudrajat, BMKG ingin memastikan informasi iklim tidak hanya sampai, tetapi benar-benar dipahami dan dapat dimanfaatkan oleh komunitas pesisir pulau kecil











