Tim DEB Unhas Resmi Serahkan Teknologi Energi Terbarukan di Bontomanai Takalar

Tim DEB Unhas dalam peresmian dan serah terima teknologi energi terbarukan di Desa Bontomanai, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Minggu (3/8/2025). (Foto: Namira/ Ist.)

Takalar – Tim Desa Energi Berdikari (DEB) Universitas Hasanuddin (Unhas) berhasil melaksanakan peresmian dan serah terima teknologi energi terbarukan panel surya dan pompa air listrik di Dusun Balang, Desa Bontomanai, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar.

Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Desa Bontomanai, Kabupaten Takalar, pada Minggu 3 Agustus 2025. Hal ini disampaikan salah satu Tim DEB Unhas, Namira Kasim dalam keterangannya pada Selasa (5/8/2025).

Baca Juga  Kolaborasi NUS dan Unhas Dukung Tim WWY, Inisiasi Gabungan Mahasiswa Negara ASEAN Wujudkan Idealisme Pengabdian Masyarakat di Barrang Lompo

Menurut Namira, Tim DEB Unhas Bangun Desa Energi Berdikari di Bontomanai Takalar, terlaksana atas dukungan pendanaan dari Pertamina.

“Pendaanaan dari Pertamina Foundation setelah Tim DEB Unhas bersaing dengan beberapa universitas penerima manfaat lainnya,” bebernya.

Terkait alasan pemilihan lokasi pembangunan DEB di Desa Bontomanai, menurut Namira karena kawasan ini adalah milik kelompok penerima manfaat dan juga merupakan kawasan agraris yang memiliki lahan pertanian jagung seluas lebih dari 20 hektar dan mengalami kendala irigasi, khususnya pada musim kemarau.

Baca Juga  Batalyon B Pelopor Polda Sulsel, Gelar Tradisi Penjemputan Remaja 52 dan 53

“Selain pertimbangan karena lokasi ini adalah kawasan agraris, juga karena lokasi ini juga merupakan lahan milik kelompok tani, yang menjadi penerima manfaat utama dari proyek ini,” ungkapnya.

Baca Juga  Gempa Hari Ini, M 3,6 Goyang Sumbawa NTB

Usai peresmian dan serah terima, Tim DEB Unhas melanjutkan kegiatan musyawarah bersama dengan pemerintah desa dan kelompok tani, terkait instalasi dan pemanfaatan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), pompa air listrik, dan irigasi sprinkler.

“Musyawarah ini juga menjadi forum klarifikasi tanggung jawab pengelolaan serta pemeliharaan alat kedepannya sebagai bagian dari strategi keberlanjutan program,” jelas Namira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *