Sambut Mempelai dengan Adat Mangngaru: Tak Sengaja Tertusuk Badik di Dada, Fajar Akhirnya Tewas

Sesaat sebelum korban terkena senjata tajam (sajam) pada saat melaksanakan acara adat Mangngaru di Malise Kelurahan Pundata Baji Kecamatan Labakkang Kabupaten pangkep Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (29/10/2024). (Foto: Ist./ Tangkapan layar video Acara Mangngaru).

Sulsel.99news.id, Pangkep – Seorang warga  Malise Kelurahan Pundata Baji Kecamatan Labakkang bernama Fajar, lelaki umur 18 tahun, korban tewas terkena senjata tajam (sajam) pada saat melaksanakan acara adat Mangngaru di Malise Kelurahan Pundata Baji Kecamatan Labakkang Kabupaten pangkep Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (29/10/2024) sekira pukul 11.00 WITA.

Orang tua korban Hartono Dg  Nyonri petani umur 50 tahun juga kerabat lainnya Dg Lallo petani umur 70 tahun ikut hadir dalam acara adat tersebut. Selanjutnya peristiwa naas itu terjadi saat korban melaksanakan mangngaru dengan menggunakan sajam jenis badik pada saat penjemputan  pengantin mempelai laki-laki pada acara pesta pernikahan di rumah milik Dg. Ngilling di Malise.

Baca Juga  Gubernur Andi Sudirman Sulaiman Menyerahkan Rp15 M untuk Kabupaten Pangkep

Saksi mengatakan pada saat acara mangngaru sementara berlangsung, tiba-tiba ujung senjata tajam badik yg dipakai oleh korban menembus masuk ke bagian dada sebelah kiri yang menyebabkan korban langsung jatuh dan tidak sadarkan diri sehingga korban langsung dibawa ke puskesmas Pundata Baji untuk mendapatkan pertolongan medis, namun dalam perjalanan korban meninggal dunia.

Baca Juga  Realisasi Penyaluran DAK dan Dana Desa di Majene 2021 Raih Angka Sempurna

Hal itu dibenarkan Kapolsek Labakkang saat dikonfirmasi awak media.

“Akibat kejadian tersebut, korban meninggal dunia,” ungkap Kapolsek.

Baca Juga  Polres Majene Diminta Usut Dugaan Pungli Dana Kegiatan MTQ

Kapolsek Labakkang menyampaikan  pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini, dan mengingatkan masyarakat dalam melaksanakan adat mangngaru untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas adat menggunakan sajam badik. (Firdauz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *