Sidrap – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 114 Universitas Hasanuddin (Unhas) dari Program Studi Teknologi Pangan melaksanakan program kerja sosialisasi pembuatan produk Nugget Ikan Sehat dari Desa (NUGIDES), sebagai bentuk inovasi pengolahan pangan berbasis potensi lokal.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (24/7), di Posyandu Desa Polewali, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Kegiatan diikuti oleh para kader posyandu serta masyarakat setempat, khususnya ibu-ibu rumah tangga. Hal ini disampaikan Elianora, inisiator kegiatan dalam keterangannya, pada Selasa (26/8/2025).
Elianora yang juga adalah mahasiswa jurusan Teknologi Pangan Unhas ini, mengatakan bahwa program NUGIDES digagas karena melihat potensi perairan sekitar Desa Polewali yang dekat dengan Danau Sidenreng yang merupakan habitat alami ikan air tawar, menghasilkan banyak ikan nila.
Oleh karena selama ini ikan nila hanya dikonsumsi dalam bentuk olahan sederhana seperti digoreng atau dibakar, maka dirinya bersama teman KKN-T seposkonya berinisiatif memperkenalkan olahan ikan nila menjadi nugget.
“Melalui program ini, mahasiswa KKN-T berupaya menghadirkan diversifikasi produk olahan ikan nila yang tidak hanya lezat, tetapi juga lebih praktis dan disukai oleh anak-anak,” ujar Elianora.
“Banyak anak-anak di desa ini yang susah makan ikan, padahal gizinya tinggi. Maka dari itu, kami coba hadirkan nugget ikan sebagai alternatif camilan sehat yang bisa menarik minat anak-anak,” tambahnya.
Dalam kegiatan ini peserta memberi sambutan hangat dan terlihat riang setelah mereka mencoba rasa nugget tersebut, Elianora menilai, mereka sangat antusias mengikuti kegiatan pengenalan dan cara membuat nugget, terutama para ibu-ibu kader posyandu.
“Mereka antusias mengikuti proses pembuatan nugget mulai dari tahap pencacahan ikan, pencampuran bahan, pencetakan, hingga penggorengan. Selain karena rasanya yang enak dan teksturnya yang lembut, NUGIDES juga dinilai sebagai solusi praktis untuk mengolah ikan nila agar lebih digemari oleh anak-anak,” sebutnya.
Mahasiswa KKN-T 114 melalui program NUGIDES ini berharap, masyarakat Desa Polewali kedepan agar dapat terus mengembangkan inovasi pengolahan pangan berbasis potensi lokal ini.
“Nugget ini, selain menunjang gizi keluarga, tetapi juga membuka peluang usaha rumahan yang bernilai jual. Nugget ikan nila ini diharapkan dapat menjadi salah satu ikon pangan sehat khas desa yang lahir dari kolaborasi antara ilmu dan kearifan lokal,” harapnya.
Terkait kegiatan ini, dengan harapan yang sama mahasiswa, salah seorang ibu kader posyandu, Rara Drastiana, menyampaikan rasa senang dan harapannya,bahwa produk nugget yang diperkenalkan mahasiswa, dapat menjadi peluang usaha di masa datang.
“Saya senang sekali dengan kegiatan ini. Anak-anak biasanya susah makan ikan, tapi kalau diolah jadi nugget begini, mereka malah suka. Bisa jadi usaha juga nanti,” ungkap Rara. (*)











