Menurut Nurul, dalam pelatihan ini, masyarakat diajarkan cara sederhana untuk memanfaatkan air cucian beras yang selama ini sering dibuang sia-sia.
“Mengajarkan membuat POC dari air cucian beras,” imbuh Nurul.
Ia lanjut menjelaskan, air cucian beras mengandung mineral, protein, karbohidrat, dan zat peransang tumbuh tanaman. Disamping itu pembuatan POC dari air cucian beras cukup praktis, hanya memerlukan tambahan gula dan cairan EM4.
“Air cucian beras adalah bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai POC. Penggunaan air beras sebagai POC dilakukan karena air beras mengandung 90% karbohidrat, vitamin, mineral serta protein,” ungkap Nurul Zakiah.
“Air cucian beras mengandung zat perangsang tumbuh berupa vitamin B1 yang berfungsi dalam memacu perpanjangan akar tanaman dan sebagai anti stres untuk tanaman,” tambahnya.
Melalui kegiatan sosialisasi, latihan dan pembuatan POC ini, dirinya berharap masyarakat bisa lebih mandiri dalam mengelola pertanian secara organik, serta mengurangi dampak negatif dari penggunaan bahan kimia dalam pertanian dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai lingkungan sekitar dan juga memperkuat ketahanan pangan berbasis teknologi ramah lingkungan.
“Kegiatan ini diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan pupuk organik dalam pertanian yang ramah lingkungan. Kami ingin agar masyarakat bisa lebih kreatif dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar mereka menjadi sebuah produk yang bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas perkebunan dan pertanian mereka,” pungkasnya. (*)











