Pusat Studi Perubahan Iklim LPPM Unhas Gelar Curah Pendapat Bahas Program Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim di Makassar

Kepala Pusat Studi Perubahan Iklim LPPM Unhas, Dr. Ir. M. Rijal Idrus, M.Sc., membuka kegiatan Curah Pendapat (Brainstorming) yang membahas program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di Swiss-Belhotel Makassar, Jalan Ujung Pandang No. 8 Bontoala Kota Makassar, pada Selasa (25/11/2025). (Foto: Ist.)

Makassar – Pusat Studi Perubahan Iklim (PSPI) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin (Unhas) bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Hanss Seidel Foundation (HSF) mengadakan kegiatan Curah Pendapat (Brainstorming) yang membahas program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Kegiatan mengusung Tema “Sinergi Multi-Pihak dalam merumuskan Program Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim di Kota Makassar: Dari Kebijakan Regional Menuju Aksi Komunitas Pesisir”, yang luarannya adalah materi pembekalan untuk mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim, khususnya berkaitan dengan konteks Dampak Perubahan Iklim di Kota Makassar.

Kegiatan dilaksanakan di Swiss-Belhotel Makassar, Jalan Ujung Pandang No. 8 Bontoala Kota Makassar, pada Selasa (25/11/2025).

Baca Juga  Sinergi Unhas, KLH, dan HSF Gelar Pembekalan: Mahasiswa KKN Siap Jadi Agen Perubahan Iklim di Makassar Lewat Program Tematik

Kepala Pusat Studi Perubahan Iklim LPPM Unhas, Dr. Ir. M. Rijal Idrus, M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas kehadirannya dalam kegiatan curah pendapat terkait perubahan iklim di Kota Makassar.

“Ini langkah awal, kami melakukan curah pendapat untuk merekam pandangan pandangan pendapat dari para nara sumber yang akan menyampaikan gagasan”, ujarnya

Ia berharap curah pendapat diskusi pada kegiatan ini dapat dijadikan sebagai modul yang dapat menjadi materi pembekalan mahasiswa melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik Perubahan Iklim.

“Hasil Rumusan dan rekomendasi, diharapkan dapat memberikan acuan bagi masyarakat pesisir dalam melakukan adaptasi dan mitigasi mengantisipasi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi”, ujarnya.

Baca Juga  Lima Jurnalis Pers Mahasiswa Catatan Kaki Ditangkap Polisi Usai Liput Aksi Soal Pelecehan Seksual, Dua Masih Ditahan

Sebelumnya Representative Hanss Seidel Foundation (HSF), Nila Puspita mengatakan dalam rangka penguatan kapasitas masyarakat pesisir, HSF merasa senang dan akan terus melaksanakan kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan saat ini adalah bekerjasama Unhas dan Instansi lainnya mendorong ketahanan masyarakat mengatasi dampak perubahan iklim melalui kegiatan KKN tematik mahasiswa.

“Dalam rangka persiapan KKN Tematik mahasiswa di Kota Makassar Sulawesi Selatan diantaranya mendiskusikan terkait adaptasi dan mitigasi perubahan iklim komunitas pesisir dan kelautan”, tuturnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, 32 lembaga yang terwakili yakni: Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi-Maluku Dr. Azri Rasul, SKM., M.Si., M.H., Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Dekan Fakultas Kehutanan Unhas Prof. Dr. Ir. A. Mujetahid M., S.Hut., M.P., IPU., Sekretaris Pusat Studi Perubahan Iklim LPPM Unhas Nita Prof Rukminasari, Tim KKN Unhas, wakil 18 Fakultas se Unhas, 7 wakil Perguruan Tinggi lainnya, 8 LSM.

Baca Juga  GenBI Unhas Sosialisasi QRIS UMKM Hunt  di Lingkungan Kampus

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat memperkuat kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan akademisi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di Kota Makassar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *