Takalar – Sebagai wujud komitmen terhadap pengembangan energi bersih dan pemberdayaan masyarakat desa, Tim Desa Energi Berdikari (DEB) Universitas Hasanuddin melaksanakan pelatihan produksi briket berbahan limbah pertanian di Desa Bontomanai, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sabtu (4/10/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja sama dengan Pertamina Foundation yang berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam menciptakan solusi energi alternatif berbasis potensi lokal.
Melalui pelatihan ini, masyarakat diperkenalkan pada proses pengolahan limbah tongkol jagung menjadi briket ramah lingkungan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum penting dengan terbentuknya kelompok usaha baru bernama Ekobriket, yang akan menjadi pelopor pengembangan energi alternatif di desa tersebut.
Selama pelatihan, tim DEB membimbing peserta secara langsung melalui seluruh tahapan produksi, mulai dari pemilahan dan pengeringan bahan baku, proses penghancuran dan pencampuran dengan bahan perekat, hingga pencetakan dan pengeringan akhir. Peserta juga menerima modul panduan teknis dan manajemen usaha sebagai pedoman untuk menjalankan produksi secara mandiri.

Selain fokus pada teknis produksi, peserta juga mendapatkan pembekalan terkait strategi kemasan dan pemasaran produk oleh A. Arya Setiawan Junior, serta pengelolaan keuangan usaha yang disampaikan oleh Rizki Fauzy. Materi tersebut dirancang untuk membantu UMKM dalam mengembangkan usaha yang berkelanjutan dan siap bersaing di pasar.
Koordinator Tim DEB Unhas, Fajar Hidayat, menuturkan bahwa pembentukan UMKM Ekobriket merupakan langkah awal menuju desa mandiri energi.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membuka wawasan masyarakat bahwa limbah pertanian bisa menjadi sumber energi yang bernilai ekonomi. Harapannya, Ekobriket dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi desa lain,” ungkapnya.
Sementara itu, surayani, salah satu peserta, mengaku sangat terbantu dengan pelatihan tersebut.
“Kami selama ini tidak tahu kalau tongkol jagung bisa dijadikan bahan bakar. Setelah ikut pelatihan, kami jadi semangat untuk memulai usaha baru ini,” ujarnya.
Kepala Desa Bontomanai, Aris, turut memberikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan dari tim DEB Unhas.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga kami. Selain melahirkan kelompok usaha baru, juga membuka peluang ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat,” tuturnya.
Dengan pelatihan ini, UMKM Ekobriket diharapkan dapat menjadi model pengembangan energi alternatif berbasis masyarakat yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga berperan dalam memperkuat ekonomi desa. (*)











