Makassar – Kepala Sekolah (Kepsek) Unit Pelaksana Teknis Satuan Pendidikan Formal Sekolah Dasar Negeri (UPT SPF SDN) Daya 1 Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Adriani Abdullah, S.Pd., M.Pd., menegaskan komitmennya dalam menerapkan kegiatan “Gerakan Cuci Tangan” (G7) yang bertujuan untuk meningkatkan kebiasaan hidup bersih dan sehat, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
“Mencuci tangan dan menjaga kebersihan sekolah adalah langkah penting dalam mencegah penyebaran penyakit, terutama melalui makanan yang terkontaminasi,” ungkap Kepsek Adriani dalam keterangannya kepada awak media pada Selasa (5/8/2025).
Menurut Adriani, sebelum turun bantuan pemerintah program Makan Bergizi Gratis (MBG) program Pemerintah Prabowo Subianto yaitu makan gratis, UPT SPF SDN Daya 1 pada Selasa 05 Agustus 2025 melaksanakan uji coba makan bersama di sekolah. Pihaknya telah menerapkan Gerakan Cuci Tangan (G7) berfokus pada pembiasaan mencuci tangan yang benar pada anak-anak sekolah, termasuk mencuci tangan sebelum makan dalam uji coba makan bersama di sekolah hari ini.
“Anak- anak membawa makanan ke sekolah karena kami sampaikan kepada masing-masing orang tua siswa agar membawa makanan dari rumahnya, tergantung keadaan mereka, kalau memang tidak bisa siap atau tidak bisa jangan dipaksakan,” ujar Adriani.
Terkait masalah kebersihan lingkungan sekolah, Kepsek Adriani menerapkan sesuai petunjuk Dinas Pendidikan Kota Makassar, diantaranya melaksanakan program Sabtu Bersih di area lingkungan sekolah, termasuk menjaga kebersihan ruang kelas, WC, dan lainnya,
“Kami pihak sekolah tegas, kepada seluruh stakeholder SDN Daya 1, agar tetap menjaga kebersihan lingkungan sekolah, termasuk pembiasaan cuci tangan,” jelasnya.
“Seluruh Stakeholder sekolah, terutama guru, kami imbau untuk seringkali memberikan edukasi tentang pentingnya mencuci tangan, termasuk cara mencuci tangan yang benar, untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang kebersihan,” tambahnya.
Pada kesempatan ini, Kepsek Adriani menyoroti beberapa informasi yang mengatakan ada ruang sekolah akan roboh juga ada yang menyoroti WC kotor. Dirinya menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Informasi yang beredar di salah satu media online baru-baru ini mengatakan, bahwa ada ruang sekolah mau roboh atau rusak, teryata itu tidak benar, karena ruang tersebut sangat baik dan bersih, juga ada info WC yang menjijikkan, itu juga tidak benar karena memang ada WC satu yang tidak difungsikan (tidak terpakai),” ungkapnya.
Di akhir, Kepsek Adriani kembali menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya mengedukasi siswa-siswi di SDN Daya 1 membiasakan mencuci tangan sejak usia dini, agar mereka dapat membentuk perilaku hidup bersih dan sehat yang berkelanjutan.
Selain itu, gerakan mencuci tangan bersih, selaku Kepsek, ia tetap konsisten menerapkan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) karena program pembiasaan yang bertujuan untuk membentuk karakter siswa melalui tujuh kebiasaan positif, yaitu bangun pagi, beribadah, berolaraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
“Program ini merupakan bagian dari upaya menciptakan generasi emas Indonesia dan melibatkan seluruh warga sekolah serta orang tua dalam pelaksanaannya,” pungkasnya. (Lis rn).












