Mahasiswa KKN Tematik Unhas 114 Dorong Digitalisasi Desa melalui Pelatihan Dashboard Data di Desa Lampoko Barru

Kegiatan pelatihan pengelolaan data dan pembuatan dashboard digital kepada perangkat Desa Lampoko, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, dilaksanakan Senin (4/8/2025). (Foto: Dimas/ Ist.)

Barru – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 114 menggelar pelatihan pengelolaan data dan pembuatan dashboard digital kepada perangkat Desa Lampoko, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru.

Pelatihan ini dilaksanakan Senin 4 Agustus 2025, merupakan bagian dari program kerja bertajuk Digitalisasi Layanan Publik Desa Lampoko melalui Dashboard Digital, yang bertujuan membangun pusat data desa yang rapi, informatif, dan mudah diakses.

Inisiatif ini diharapkan dapat menunjang tata kelola desa yang lebih efisien serta memperkuat pengambilan keputusan berbasis data. Hal ini dikatakan Dimas Dwirema, inisiator kegiatan, dalam keterangannya pada Rabu (6/8/2025).

Baca Juga  Hasil Penelusuran, Bawaslu Kabupaten Bone Temukan Titik Terang Terkait Dugaan Pelanggaran Kode Etik Ketua KPU Kabupaten Bone

Dimas mengatakan, melalui kegiatan ini, mahasiswa mendorong terbentuknya pusat data di tingkat desa sekaligus mengembangkan keterampilan dasar pengolahan data yang sesuai dengan kebutuhan administratif, perencanaan program, hingga kebijakan sosial desa.

Ia juga menjelaskan, materi pelatihan mencakup pengenalan antarmuka dashboard, cara memperbarui data, hingga membaca visualisasi untuk mendukung proses analisis dan pengambilan keputusan. Semua materi dirancang berdasarkan hasil observasi dan diskusi mahasiswa bersama perangkat desa, agar penyampaiannya tepat guna dan sesuai dengan kondisi lapangan.

Baca Juga  Dikabarkan W Superclub Berganti Brand Nama usaha Menjadi Elite Bar Karena Hadirkan Warna Baru Industri Tempat Hiburan di Makassar

Lebih jauh, Dimas mahasiswa Statistika Unhas ini, mengatakan pentingnya menekankan kemandirian desa dalam pengelolaan data.

“Desa harus punya kapasitas untuk mengelola datanya sendiri, tidak hanya menjadi objek pengumpulan data oleh pihak luar. Dengan bantuan teknologi yang sederhana dan relevan, desa bisa menyusun program dan kebijakan yang lebih tepat sasaran, sesuai kebutuhan masyarakatnya,” ujarnya.

Pelatihan ini mendapat respons positif dari peserta. Aksan, Kepala Seksi Pemerintahan Desa Lampoko, mengaku terbantu dengan materi yang diberikan.

Baca Juga  Tabrak Lari di Sidrap Benarkah Ada 'Orang Kuat' di Baliknya?

“Saya jadi lebih memahami cara menyusun tabel laporan dengan rapi, menggunakan rumus dasar di Excel, dan membuat dashboard lewat Looker Studio. Ini sangat membantu dalam penyusunan laporan kegiatan dan keuangan desa,” tuturnya.

Senada dengan Dimas, Aksan menilai, kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi aktif antara mahasiswa dan pemerintah desa dalam meningkatkan literasi data serta kapasitas sumber daya manusia di tingkat lokal.

Diharapkan, pelatihan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau desa-desa lain yang ingin membangun kemandirian melalui pendekatan berbasis data. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *